Ketua PPP Aceh: Saya Minta Semua Pihak Menahan Diri & Tak Bangun Konflik Baru

Ketua PPP Aceh: Saya Minta Semua Pihak Menahan Diri & Tak Bangun Konflik Baru
Ketua DPW PPP Aceh, Tgk H Amri M Ali

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Ketua DPW PPP Aceh, Tgk H Amri M Ali meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak membangun konflik baru ditubuh PPP yang baru sukses melaksanakan Muktamar PPP akhir tahun lalu.

Permintaan ini disampaikan Amri M Ali, terkait dengan adanya desakkan Gerakan Penyelamatan Partai Persatuan Pembangunan (GP-PPP) yang meminta Ketua Umum DPP PPP terpilih pada Muktamar PPP Makassar, Sumsel, Soeharso Monoarfa mengundurkan diri di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

“Kami meminta semua pihak untuk menahan diri atas hasil muktamar ke-9 PPP, kita sadar betul bahwa keputusan muktamar tidak akan mampu memenuhi hasrat dan aspirasi semua kader PPP,” kata politis PPP Aceh yang dalam muktamar PPP di Makassar menjadi salah seorang anggota tim formatur kepada media ini, Selasa malam.

Menahan diri, tambahnya, untuk tidak melakukan aksi dalam berbagai bentuk yang pada pokoknya dapat merugikan eksistensi PPP dalam kontestasi pemilu pada masa mendatang.

Amri M Ali juga meminta semua pihak agar menghormati keputusan Muktamar IX PPP yang telah berlangsung secara dinamis, terbuka dan demokratis untuk selanjutnya menjadi landasan konstitusi partai dalam menjalankan kebijakan dan roda organisasi PPP dimasa mendatang.

“Harus berjiwa besar menerima kenyataan atas tidak terakomodir dalam kepengurusan DPP PPP disebabkan ruang yang tersedia sangat terbatas bagi para kader PPP yang telah dengan setia serta berkorban membangun dan mengabdi untuk PPP selama ini,”katanya.

Muktamar IX PPP, sebut Amri,  merupakan ajang kompetisi bagi segenap fungsionaris dan kader untuk bersaing dan bersanding menempati jabatan dalam struktur PPP secara terhormat dan bermartabat. Sementra masih banyak fungsi dan posisi yang membutuhkan keterlibatan kader disegala lini perjuangan partai yang dapt diisi dan dibutuhkan ketersediaan kader untuk berperan di dalamnya.

Amri mengingatkan, agar semua pihak diminta agar memberikan ruang dan waktu kepada PH DPP PPP yang baru untuk menunjukan kemampuan dan kapasitasnya membangun partai untuk lebih baik. Bila telah berjalan masa jabatan selama 1 (satu) tahun, maka evaluasi dan penilaian baru dapat diberikan untuk kemudian menjadi pertimbangan langkah-langkah selanjutnya.

Bagaimana mengatakan bahwa mereka  tidak mampu, sementara mereka belum bekerja apa-apa. Bila ada pihak-pihak yang merasa senior di PPP kemudian tidak terakomodir dalam kepengurusan, ini adalah suatu proses dinamika yang harus kita lalui, sehingga tidak mendapat tempat dijajaran PPP. Tapi, mereka kan masih ada tempat dan peluang untuk menjadi calon legislatif,  calon di eksekutif atau jabatan-jabatan lain.

Yang paling penting, kata Amri, sikap mereka yang harus loyal kepada partai dan partai tak boleh luntur.

"Kalau sekarang justru saya berpihak pada ide-ide brilian, kritik-kritik konstruktif, argumentasi yang dibangun dengan narasi yang bermartabah sebagai ide-ide lain untuk membangun partai kedepan. Itu yang sangat dibutuhkan sebagai masukan. Bukan, justru mempresur untuk mendesak mundur atau justru mendiskreditkan. Saya kira, itu bukan hal yang menguntungkan PPP bahkan bisa merusak PPP. Jadi, DPW PPP Aceh meminta sekali lagi, semua pihak untuk menahan diri dan tidak menciptakan konflik baru,”papar Amri M Ali penuh harap.

Terakhir, kepada ketua umum dan jajaran PH DPP PPP, Amri M Ali meminta agar menyikapi dinamika politik internal ini secara arif dan bijak serta segera melakukan langkah-langkah rekonsiliasi kongkrit atas berbagai dampak yang timbul akibat pelaksanaan Muktamar IX PPP di Makassar.[re]

Komentar

Loading...