Ketua MKF-MNI: Pemuda Harus Jaga Keutuhan Bangsa

Ketua MKF-MNI: Pemuda Harus Jaga Keutuhan Bangsa
Ketua MKF-MNI Aceh Drs. Ridwan Hasan

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Ketua Ketua Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara Indonesia (MKF-MNI) Aceh Drs. Ridwan Hasan mengingatkan bahwa para pemuda dewasa ini telah banyak kehilangan jati dirinya, terutama dalam hal wawasan kebangsaan dan patriotisme. Namun, depan pemuda harus jaga keutuhan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ridwan Hasan saat ditemui cakradunia.co, Sabtu, (21/11/2020) siang di Warkop New Kawan Lama, Gampong Beusa Seberang. Kecamatan Peureulak Barat. 

Ridwan yang baru menjadi ketua MKF-MNI  Aceh periode 2020-2025 bulan lalu, mengatakan MKF-MNI merupakan organisasi massa yang menjadi wadah pengembangan jiwa sosial bagi generasi muda, tumbuh atas kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, tegaknya Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami akan fokus membinaan dan pemberdayaan masyarakat khususnya generasi muda yang bergerak pada bidang-bidang kesejahteraan sosial, pendidikan, kebudayaan dan lingkungan,” ujarnya Bang Ridwan, begitu nama akrabnya.

Menurutnya, dalam proses pembangunan nasional, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen pembaharuan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat UUD Negara Republik Indonesia.

“Pemuda dewasa ini telah banyak kehilangan jati dirinya, terutama dalam hal wawasan kebangsaan dan patriotisme (cinta tanah air/Hubbul Wathan). Oleh karenanya dibutuhkan adanya pemikiran kembali dan penemuan kembali dalam pembangunan karakter bangsa,”ungkap Ketua Karang Taruna Aceh Timur.

Generasi muda,katanya, merupakan kekuatan sekaligus kebanggaan suatu umat dan negara. Untuk mengetahui nasib masa depan sebuah umat atau sebuah bangsa adalah dengan melihat generasi muda saat ini. Bila generasi mudanya baik, maka masa depan umat dan bangsa tersebut adalah baik. Sebaliknya bila generasi mudanya rusak maka masa depan umat dan bangsa tersebut adalah suram. 

“Bila kita cermati gerakan anti Islam dalam menghancurkan sebuah bangsa dan umat diawali merusak generasi mudanya. Ini yang sedang digalakkan melalui peredaran gelap narkoba juga penyalahgunaan canggihnya teknolgi dengan game onlinenya” tandasnya 

Ridwan minta kepada kepengurusan MKF-MNI Provinsi Aceh untuk membekali diri dengan semangat dan pengabdian yang tulus tanpa pamrih untuk mensosialisasi dan upaya pencegahan dan/atau meminimalisir rusaknya penerus bangsa. 

Kemudian harus memotivasi masyarakat dan generasi muda untuk mengadakan evaluasi dan perbaikan seluruh tatanan sosial, dimana persatuan bangsa sedang dicabik-cabik oleh kelompok tertentu, disinilah peran aktif dan harus terus mencoba mempersatukan kembali anak bangsa untuk menjadikan tauladan. 

“Atas dasar itu MKFMNI mengajak masyarakat menjadi partner pemerintah dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Sesuai motto MKFMNI ‘Di depan menjadi teladan, di tengah menjadi panutan, di belakang memajukan tujuan” yang memiliki tujuan membantu dan mendukung program pemerintahan yang sah,” tutupnya

Rachman

Iklan Covid-19 Aceh Timur

Komentar

Loading...