Ketua Gerindra: Saya Heran Kenapa Kasus Teror Bom Woyla Diam Seribu Bahasa

Ketua Gerindra: Saya Heran Kenapa Kasus Teror Bom Woyla Diam Seribu Bahasa
Ketua DPC Gerindra Aceh Barat, H Banta Puteh Syam

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Ketua DPC Gerindra Aceh Barat H Banta Puteh Syam MM heran dan tak habis pikir dengan kasus teror bom Anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani yang terjadi di Gampong Alue Perman Kecamatan Woyla Barat, Senin (8/6/20) lalu, sekitar pukul 03.45 WIB, kini diam seribu bahasa.

“Saya heran dan tak habis pikir, kenapa kasus teror bom Woyla yang pada awalnya sempat heboh dan viral di media, tiba-tiba diam beribu bahasa dan tidak tahu bagaimana perkembangnya, ”tanya Wahub Aceh Barat ini berulang-ulang kepada cakradunia.co, Jumat siang (24/7/20).

Malah, Banta Pueth minta media untuk pertanyakan bagaimana perkembangan kasus teror tersebut, karena bagi Gerindra itu bukan ancaman kelas ringan karena sudah main bom.

“Langkah pertama sudah cukup bagus dengan kedatangan tim Densus 88, kemudian tidak lagi kita ketahui perkembangannya,” kata mantan Setda Aceh Barat itu heran

Menurutnya yang diteror itu anggota dewan kader Partai Gerindra, selama ini sangat aktif membela rakyat dan itu partai nasional, kenapa tiba-tiba kasusnya hilang tanpa ada informasi perkembangan.

Dirinya mengaku belum sempat bersilaturahmi dengan kapolres Aceh Barat karena alasan sibuk, sebetulnya Banta Puteh mau bertanya juga bagaimana perkembangan kasus tersebut, karena selama ini tidak ada penjelasan dan seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa.

“Padahal, sesungguhnya kejadian teror bom itu ada, kenapa diam ya,” tanya Banta berulang-ulang.

Sebelumnya, beredar kabar di media penyidik Polres Aceh Barat masih menuggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Medan, Sumatera Utara, untuk memastikan jenis granat apa yang meledak di samping rumah seorang legislator itu.

Granat itu, meledak tempat di samping rumah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat pada hari, Senin (16/6/20) sekitar pukul 03.45 WIB.

“Masih kami tunggu hasilnya apakah jenis granat manggis, nanas, atau granat jenis apa,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda diwakili Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap sebagaimana dilansir Antara di Meulaboh, Selasa (16/6/2020).

Fitriadilanta

iklan flayer Gub3

Komentar

Loading...