Ketua Forum Keuchik: Limbah PT Medco Mengalir ke 8 Desa di Julok

Ketua Forum Keuchik: Limbah PT Medco Mengalir ke 8 Desa di Julok
Ketua Forum Keuchik Kecamatan Julok, Aceh Timur, Siarjuddin

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Limbah yang diduga dari PT Medco E&P, tak hanya mengalir di sungai Gampong Teupin Raya. Namun, aliran sungai itu mengalir delapan gampong (desa) yang ada di Kecamatan Julok. Kabupaten Aceh Timur.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Forum Keuchik Kecamatan Julok, Sirajuddin kepada cakradunia.co, Kamis (29/10/2020)

Sirajuddin mengaku telah mendapatkan informasi dari sejumlah keuchik dan masyarakat terkait dugaan pencemaran air sungai bersumber dari pembuangan limbah PT Medco E&P sehingga air sungai berubah warna.

"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Timur, terkait untuk memastikan sumber pencemaran dan kandungan air sungai. Apakah ada mengandung zat berbahaya sehingga berubah warnanya," kata Humas DPC APDESI Aceh Timur tegas.

Sirajuddin minta Pemkab Aceh Timur tidak tinggal diam. Menurutnya, persoalan limbah dari PT Medco, terkesan melawan hukum UU No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan tujuan untuk melindungi NKRI dari pecemaran atau kerusakan lingkungan hidup

"Pengelolaan lingkungan hidup adalah jaminan kepastian hukum memberi perlindungan terhadap hak setiap orang untuk mendapatkan lingkungan baik dan sehat," ujar Hang Tuah, begitu nama akrab Sirajuddin.

Air Sungai berubah warga di Gampong Blang Jambe, Julok, Aceh Timur diduga tercemar limbah PT Medco E & P Malaka Blok A.Ist

Menurutnya, pencemaran limbah ini merupakan persoalan serius yang dihadapi masyarakat Julok, karena air sungai menjadi kebutuhan wajib dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat di delapan gampong.

"Bukan hanya itu, limbah industri tidak hanya dapat mencemari air sungai, melainkan dapat merusak kandungan tanah yang ada di sekitar aliran sungai, jangan se-enaknya saja membuang limbah ke sungai, sementara masyarakat di delapan gampong di kecamatan Julok, dirugikan akibat pencemaran limbah PT Medco E&P Malaka Blok A,”urai Sirajuddin.  

Padahal, pelibatan masyarakat dalam memperhatikan daya dukung lingkungan itu sangat penting. Jika lingkungan rusak bukan masyarakat di bawah saja yang kena imbas. Suatu saat, mereka sendiri (PT. Medco-red) juga akan merasakan akibatnya.

Sirajuddin dan masyarakat mengharapkan, Medco harus membagun komunikasi baik dengan tokoh dan warga setempat, sehinga keadaan tidak semakin parah.

"Selama ini, kalau mau jumpa dengan humas PT Medco sangat susah, apa lagi dengan petingginya, harus buat aksi dulu baru turun mereka," ujarnya geram

Humas DPC APDESI Aceh Timur ini, menyarankan kepada PT Medco agar benar benar serius menangani dampak lingkungan yang terjadi akibat limbah yang mereka hasilkan.

"Sekelas Medco sudah selayaknya membangun sebuah mesin instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang berstandar internasional, agar resiko dampak air limbah yang mereka hasilkan bisa di minimalisirkan dan bisa kembali digunakan oleh mereka sendiri," sarannya penuh harap.

(Rachman)

Iklan Covid-19 Aceh Timur

Komentar

Loading...