Kerajaan Arab Saudi Kutuk Rencana Israel Caplok Lagi Tepi Barat

Kerajaan Arab Saudi Kutuk Rencana Israel Caplok Lagi Tepi Barat
Anggota keluarga Palestina duduk di lokasi rumah mereka yang hancur, pada sebuah hari musim dingin di selatan Jalur Gaza, Senin (13/1/2020). REUTERS/MOHAMMED SALEM

CAKRADUNIA.CO, RIYADH – Kerajaan  Arab Saudi menolak dan mengutuk keras rencana negara Israel yang akan mencaplok lagi tanah tanah Palestina di Tepi Barat.

Kutukan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Kamis (21/5/2020) dan  menekankan.

"Kerajaan mengutuk keputusan sepihak Israel dan pelanggaran terhadap keputusan internasional yang sah,”katanya.

Untuk itu, Kerajaan Arab Saudi  menentang apapun yang menghalangi proses perdamaian untuk mencapai stabilitas di kawasan itu.

Keinginan pemerintah koalisi baru Israel yang diperkirakan akan membahas proposal untuk mencaplok permukiman Yahudi dan Lembah Jordan di Tepi Barat, sejak sepekan ini ditentang dan dikutuk oleh banyak negara Arab dan barat.

Rencana Israel mendapat respon cepat, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan telah mencabut semua perjanjian yang ditandatangani dengan Israel dan AS.

Sedangkan, Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh telah menginstruksikan anggota kabinetnya pada Kamis (21/5/2020) untuk mengimplementasikan keputusan yang diambil awal pekan ini untuk memutuskan semua hubungan dengan Israel.

PM Shtayyeh perintahkan para menteri selama pertemuan darurat di Ramallah untuk memulai persiapan menyusul pengumuman Presiden Mahmoud Abbas, menyusul Abbas telah menyatakan mengakhiri semua perjanjian dan kesepahaman yang ditandatangani dengan Israel dan AS.

Artinya, Abbas mendeklarasikan diakhirinya "kerjasama keamanan" dengan Israel karena kekhawatiran akan segera terjadi aneksasi luas tanah Palestina seperti yang tercantum dalam "kesepakatan abad ini" yang dilakukan secara sepihak oleh Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) memberikan suara pada 2018 untuk mengakhiri pengaturan dengan Israel dan AS, menyerahkannya kepada Abbas kapan harus melaksanakan langkah semacam itu.

Yerusalem di tangan Israel. (Foto: Getty Images/Stella Levi)

Dalam pidatonya, Abbas mengatakan: "Organisasi Pembebasan Palestina [PLO] dan negara Palestina dibebaskan dari semua perjanjian dan pemahaman dengan Amerika dan Israel dan semua komitmen berdasarkan pada pemahaman dan perjanjian, termasuk keamanan.

“Shtayyeh mengkonfirmasi dukungan penuh pemerintah Palestina untuk keputusan tersebut dan menekankan akan bekerja menerjemahkan keputusan ini di lapangan.”

“Pengumuman pencaplokan tanah Palestina dan pengenaan kedaulatan Israel atas permukiman adalah pelanggaran dari perjanjian kami yang ditandatangani dengan Israel.”

“Pelanggaran hukum internasional dan legitimasi internasional, dan ancaman terhadap keamanan regional dan internasional," katanya.

"Ini mencerminkan agenda koalisi pemerintah di Israel, yang secara sistematis bekerja untuk menghancurkan pembentukan Negara Palestina di samping pengepungan Jalur Gaza.”

“Israel telah mengisolasi Gaza dan menganeksasi Jerusalem yang diduduki, dan penggunaan kawasan 'C' sebagai reservoir strategis untuk memperluas permukimannya," tambahnya.

Karena area C merupakan 60 persen lebih dari Tepi Barat yang diduduki, dengan pasukan Israel mengendalikan wilayah tersebut setelah penandatanganan perjanjian Oslo 1993.

Shtayyeh meminta komunitas internasional untuk membantu menyelamatkan proses perdamaian.

Dia meminta tanggung jawab dan perlindungan internasional bagi orang-orangnya yang berada di bawah pendudukan Zionis.

PM Shtayyeh  mengatakan, pernyataan mengecam kesepakatan abad ini tidak cukup, karena dunia harus membela kebenaran bagi semua orang yang percaya pada solusi dua negara."

"Kami ingin dunia berdiri untuk momen kebenaran dengan mengakui negara Palestina," katanya.

Dalam pernyataannya, kementerian luar negeri Arab Saudi mengatakan pihaknya terus mendukung Palestina dan pilihan mereka serta hak mereka untuk mendirikan negara merdeka mereka sendiri.(SI)


iklan sesama guru mari berbagi

Komentar

Loading...