Kerajaan Arab & Mesir Serukan Gencatan Senjata di Gaza

Kerajaan Arab & Mesir Serukan Gencatan Senjata di Gaza
Maskas Stasiun TV Hamas hancur diserang jet tempur Israel. Foto/AFP

CAKRADUNIA.CO, Riyadh  – Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menlu Mesir Sameh Shoukry telah melakukan percakapan via telepon untuk membahas situasi di Jalur Gaza pada Sabtu (15/5). Mereka menyerukan Israel dan Hamas segera menerapkan gencatan senjata.

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), Pangeran Faisal dan Shoukry sepakat bahwa gencatan senjata segera diperlukan. Mesir telah berupaya menegosiasikan penghentian pertempuran. Selain itu, Pangeran Faisal dan Shoukry meminta komunitas internasional untuk melawan praktik agresif Israel terhadap rakyat Palestina.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya tak bertanggung jawab atas serangan ke Gaza. 

"Pihak yang menanggung kesalahan atas konfrontasi ini bukanlah kami, melainkan pihak yang menyerang kami," kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televise pada Sabtu.

Netanyahu pun mengisyaratkan akan melanjutkan gempuran ke Gaza. 

“Kami masih berada di tengah-tengah operasi ini, masih belum berakhir dan operasi ini akan terus berlanjut selama diperlukan,” ujarnya.

Dia menyebut serangan udara dan artileri Israel ke Gaza telah menewaskan puluhan anggota Hamas. Selain itu ratusan situs Hamas, termasuk tempat peluncuran roket dan jaringan terowongan, berhasil dihancurkan.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, hingga Ahad (16/5), sebanyak 174 warga Gaza, 47 di antaranya anak-anak, telah meninggal akibat serangan Israel. Sementara korban luka mencapai 1.200 orang.

Dilaporkan  Al Arabiya, jumlah korban meninggal dan luka diperkirakan akan bertambah. Sebab, saat ini ambulans dan tim pertahanan sipil terus melakukan pencarian korban di puluhan reruntuhan gedung di Gaza. Pada Ahad pagi, pesawat tempur Israel membombardir sejumlah bangunan dan jalanan di bagian penting Kota Gaza.

Serangan itu menghancurkan jalan utama menuju rumah sakit Shifa, yakni rumah sakit terbesar di wilayah yang diblokade tersebut. Sebuah rumah warga juga menjadi sasaran serangan Israel.

Menurut seorang pejabat Palestina, serangan udara Israel pada Sabtu (15/5) malam menyebabkan 23 warga Gaza tewas. Itu merupakan serangan tunggal paling mematikan sejak Israel melancarkan agresi ke Gaza pada Senin (10/5) lalu.[ROL] 

Komentar

Loading...