Kebahagiaan di Sekitar Kita

Kebahagiaan di Sekitar Kita
Ilustrasi.

SUATU siang di sebuah warung kopi, tempat dimana setiap orang bercengkrama dan saling bertukar sapa. Ya, warung kopi di Banda Aceh bukan sekedar tempat untuk minum kopi atau teh ataupun kamu inginnya yang lain. Ini bukan rahasia umum lagi bahwa warung kopi ---- bukan hanya di Banda Aceh tapi seluruh Aceh ---- menjadi tempat berkumpul dan bersantai untuk setiap orang.

Mungkin jika anda pernah ke warung kopi (selanjutnya ditulis warkop) terutama di Aceh, pasti kepikiran bahwa hanya kaum adam saja yang datang kesitu. Tapi, trend ngopi dan ngobrol ceria di warkop juga menerpa kaum hawa. Warkop di daerah Lingke tepatnya atau dekat kampus Darussalam; dimana Unsyiah dan UIN Ar-Raniry berada, bisa dibilang sering menjadi tempat kongkow para perempuan yang rata-rata mahasiswi. Para mahasiswi ini memilih datang ke warkop yang ada fasilitas WiFi, bisa ditebak kehadiran mereka untuk mengerjakan tugas.

Kita tidak membahas tentang mengapa perempuan juga hadir di warkop tapi dari situ bisa kita lihat, bahwa tak ada sekat antara perempuan dan laki-laki di tempat publik. Walau tetap harus saling jaga diri, karena tahu sendiri kita di daerah yang kental dengan syariat Islam.

Tentang hal ini pernah saya tulis artikel fenomena kaum hawa di warkop yang dimuat di breedie.com beberapa waktu lalu. Jadi saya tidak bahas itu lagi silahkan berkunjung ke laman tersebut.

Kenapa saya memulai pembahasan ini dengan warkop sebagai pengantar. Karena dari poin tersebutlah saya akan membawa anda melihat kebahagiaan di tempat yang banyak sekali jumlahnya di Aceh.

Kembali ke saat siang saya di warkop langganan, tepatnya Jumat di akhir bulan Oktober. Baru saja saya duduk dan menunggu minuman datang. Di meja itu saya duduk bersama teman-teman yang biasanya memang dan sering nongkrong di warkop tersebut.

Saya tidak melihat tanggal hari itu karena memang lagi long weekend. Jadinya tak terlalu memerhatikan bahwa hari itu pengumuman hasil CPNS diterbitkan. Salah seorang teman terlihat sumringah di antara suasana yang agak riuh, banyak perbincangan. Ternyata dia mendapatkan screenshot dari temannya bahwa dia lulus tes CPNS menjadi dosen di salah satu universitas negeri terkemuka di Banda Aceh.

Tangannya gemetar dan jari jemari itu mengetuk layar telepon seluler nya dengan cepat. Seperti nya dia sedang mengabari keluarganya tentang kabar bahagia dia lulus CPNS. Kawan lainnya membuka file dari handphonenya untuk mengecek dengan jelas hasil tes tersebut. Maka setelah dilihat dengan seksama, ternyata kawan yang mengikuti tes CPNS itu lulus dengan predikat tertinggi. Hebat.

Bukan hanya kawan itu yang bahagia dengan pencapaiannya, akan tetapi semua orang yang ada di meja itu turut senang atas pencapaian kawannya tersebut. Jelas, kesenangan dan kebahagiaan bukan semata harus berasal dari kita sendiri. Melihat orang lain bahagia setelah berjuang dan mendapatkan yang diinginkannya secara tidak langsung membuat saya dan kawan lainnya turut bahagia.

Melihat orang bahagia dengan apa yang dimiliki, menyaksikan orang terharu dengan pencapaian yang diraih, bahkan merasakan suasana menggembirakan di sekitar kita karena ada kawan yang sukses ternyata berdampak juga ke diri kita sendiri.

Bayangkan saja, ketika kawan kita mendapatkan achievement dari perjuangannya, ia merasa senang so pasti kita pun ikut senang. Apalagi kalau yang meraih hal tersebut adalah orang terdekat kita. Bagaimana ketika tahu orang tua kita sedang bahagia dan senang menjalankan pekerjaannya, bagaimana ketika kita tahu kakak atau adik kita lulus kuliah dan dapat kerja di tempat yang diinginkan. Pastilah kita juga mendapatkan rasa gembira dan suka cita atas semua itu.

Saya jadi teringat dengan perkataan seseorang, bahwa sebenarnya kamu punya keluarga lengkap, ayah dan ibu serta kakak dan adik, itu saja sudah membuat kamu bahagia di hidup ini. Apalagi kalau mereka mendapatkan sesuatu yang diinginkan, terserah apapun itu. Mau pencapaian lulus kuliah, pekerjaan yang menghasilkan, ataupun menikah dengan sosok yang di idam-idamkan. Semua itu bisa menghadirkan situasi yang membuat hidup makin bergairah.

Kebahagiaan itu selalu ada. Mungkin saat ini kamu merasa tidak bahagia. Tapi, bisa jadi kacamata perspektif yang kamu gunakan beda dengan yang harusnya kamu pakai. Kamu bisa lihat kebahagiaan di sekitarmu dengan kacamata yang lain.

Lihat orang-orang terdekatmu, orang tuamu atau saudaramu. Lihat teman-teman kamu. Atau lihat indahnya alam. Pegunungan yang ada tinggi menjulang. Lautan dalam yang menenangkan. Ataupun bintang kelap-kelip di angkasa. Bisa juga hari yang disinari mentari maupun malam yang ditemani rembulan.

Jadi, kalau ada pilihan untuk bahagia, maka pilihlah jalan itu. Jalan yang akan membawa kamu menuju ke tempat yang berkah, berkumpul dengan orang-orang yang tersenyum ramah dan bersenandung bersama alam yang indah.

Begitulah, kebahagiaan ada di sekitarmu. Cari, kejar dan dapatkan. Untuk hidupmu yang akan lebih baik kedepannya.!

Banda Aceh, Oktober 2020

r

Fathurrahman Helmi

Komentar

Loading...