Kaum Muda Aceh Selatan Bagikan 1000 Masker untuk Masyarakat

Kaum Muda Aceh Selatan Bagikan 1000 Masker untuk Masyarakat
Para pemuda peduli covid19 di aceh selatan foto bersama sebelum turun ke lapangan. Foto /Riri Fame.

CAKRADUNIA.CO,  Tapaktuan – Kaum muda Aceh Selatan Peduli Sosial Keagamaan (Asel Dolima) turut andil membantu masyarakat dengan turun ke jalan-jalan selama dua hari untuk membagikan masker.

Aksi ini dilaksanakan selama dua hari Rabu dan Kamis dalam rangka partisipasi dan berkontribusi demi mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 melalui pembagian 1000 masker untuk masyarakat Aceh Selatan di Bulan Suci Ramadhan, Kamis (7/5/2020) sore.

Kegiatan ini diinisiasi oleh 4 elemen dan gugus peduli sosial dan keagamaan, masing-masing Dewan Pengurus Pusat Forum Ukhuwah Aceh Selatan (DPP FUAS), Ikatan Mahasiswa Aceh Selatan (IMAS Lhokseumawe), Masyarakat Relawan Indonesia (MRI Chapter Tapaktuan) dan rumah jahit Kreatif Khimarta Nomut (KKN).

Koordinator Lapangan (Korlap) Riri Isthafa Najmi kepada cakradunia.co, Kamis (7/5/20) mengatakan, kegiatan sosial ini adalah ikhtiar dan partisipasi bersama para sukarelawan peduli sosial dan keagamaan bertujuan untuk membantu masyarakat Aceh Selatan dan ikut serta dalam upaya membantu pemerintah setempat mencegah wabah dan pandemi Covid-19 yang bertambah luas dan mengganas.

“Sejak awal Mei tahun 2020 ini, pejuang masker Aceh Selatan mengajak para aktivis, relawan, dan donatur peduli sosial untuk mendistribusikan 1000 masker kepada seluruh masyarakat Aceh Selatan,” ujarnya 

Pembagian 1000 masker kali ini telah difokuskan pada 3 (tiga) titik target distribusi yaitu masjid, pasar, dan puskesmas. Aksi ini dilancarkan di sepanjang jalan nasional Aceh Selatan dari Labuhan Haji hingga ke Trumon. 

"Alhamdulillah, distribusi dan target pembagian 1000 masker juga sangat merata. Ada 4 (empat) titik zona target yang telah kita bagikan melalui relawan di Labuhan Haji hingga Sawang (300 masker), Samadua dan Tapaktuan (200 masker), Kluet Raya (300 masker), dan Bakongan hingga Trumon (200 masker). Kita distribusikan tergantung kebutuhan masyarakat setempat," imbuh Riri. 

Meskipun distribusi belum cukup merata dan dapat dibagikan kepada ke banyak masyarakat Aceh Selatan. Tapi, ikhtiar dan partisipasi kita untuk membantu sesama tetap masih ada. Pembagian masker kain juga menjadi salah satu solusi untuk di tengah pandemi virus Corona yang sedang merebak dan mengkhawatirkan ini.

"Kita terus berupaya berbagi masker kain untuk masyarakat sebagai ikhtiar kita bersama mengingat sebaran Covid-19 semakin meluas. Sementara masih banyak warga kita yang belum memiliki masker kain," ujar Riri Isthafa.

Warga diingatkan agar selalu membiasakan diri dan  mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjaga jarak, menggunakan masker, menjaga kesehatan/kebugaran tubuh, dan selalu mencuci tangan dengan bersih.

Dengan mengutip pada Al-quran Surat Al Maidah Ayat 2, Riri menyebutkan bahwa semua pihak harus saling bahu membahu dan saling tolong menolong dalam kebaikan. Terutama dalam memberantas dan memotong alur mata rantai Covid-19.

“Kita tidak bisa diam saja dan berpangku tangan menghadapi Covid-19. Dalam surah Al Maidah ayat 2, dikatakan bahwa, semua pihak harus saling bersinergi dan tolong menolong dalam berbuat kebaikan,” ungkapnya.

Riri menambahkan, 1000 Masker yang dibagikan merupakan hasil kerajinan dari para relawan pengrajin yang ikut andil menjahit sebanyak 1000 helai lebih.

"Kita sangat mengapresiasi para pengrajin 1000 masker ini yang telah sigap membuat masker dan berbagi dengan masyarakat sekitar. Salah satunya rumah produksi jahit, Kreatif Khimarta Nomut (KKN). Mereka juga berasal dari Kluet Selatan, Aceh Selatan,” katanya. 

Dia bersama sukarelawan yang lain, juga tak lupa menyampaikan terima kasih atas partisipasi dari seluruh donatur yang telah membantu suksesnya kegiatan pembagian 1000 masker. 

 “Kita doakan, mudah-mudahan pandemi Covid 19 ini segera berakhir. Supaya kita semua bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dengan baik dan lancar," tutup Riri putera Kluet Raya.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...