Kasus Corona Meroket, Pasein Mulai Dialih ke Asrama Haji

Kasus Corona Meroket, Pasein Mulai Dialih ke Asrama Haji
Asrama Haji Banda Aceh

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Akibat meroketnya jumlah kasus Covid-19 dalam empat hari terakhir ini ruang khusus di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh tidak mampu lagi menampung positif corona.

Ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) dan Poliklinik Penyakit Infeksi New Emerging and Remerging (Pinere) 1 sudah penuh, sehingga pasein kasus baru dialihkan ke Asrama Haji Banda Aceh.

“Karena meningkat pasein covid-19, ruang RICU dan Pinere 1 sudah penuh,”kata Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin, Sabtu (1/8/2020).

Menurut Azhar, ruang RICU hanya memiliki enam kamar dan Pinere 1 punya 14 bed (tempat tidur). Kini, semua kamar dan ranjang sudah penuh dengan pasien-pasien Covid-19, baik yang berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar, maupun dari daerah. Sedangkan di Poliklinik Pinere 2 memiliki 24 bed. Kini, hanya tinggal lima bed lagi yang kosong.

Sementara kini, RSUZA merawat pasien Covid-19 jauh melebihi dari jumlah bilik dan bed yang tersedia.
Untuk mengantisipasi, sebagian pasien mulai dialihkan ke Asrama Haji Banda Aceh dengan kapasitas 210 bed.

“Kebetulan asrama haji sedang kosong karena tidak ada pemberangkatan haji. Diasrama haji, kini baru terisi 29 bed dan yang sedang dirawat disana mahasiswa PPDS (program pendidikan dokter spesialis, red) dan transporter yang positif Covid, maupun mereka yang menunggu hasil swab," sebut Azhar.

Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin

Azharuddin mengharapkan rumah sakit-rumah sakit daerah di seluruh Aceh mampu merawat sendiri pasien Covid-19 dan Plt Gubernur Aceh sudah mengimbaunya melalui bupati/wali kota.

"Alhamdulillah dalam rapat kemarin, Pak Plt mengakomodir masukan dan langkah antisipatif jika eskalasi tambahan kasus positif Covid-19 bertambah banyak. Termasuk persetujuan beliau kita gunakan Asrama Haji Banda Aceh untuk yang positif Covid-19, tapi yang bergejala ringan atau yang tanpa gejala," ujar Azhar.

Menurut Azhar, meski Ruang RICU dan Pinere 1 penuh, layanan di lini terdepan, seperti di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Covid-19 RSUZA tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat dan tidak pernah berhenti melayani pasien.

“Cuma hanya dilakukan pembersihan/disterilkan 3,5 jam ditambah prosedur pembersihan (dekontaminasi) dua jam, sesuai standard operating prosedure (SOP). Setelah itu, IGD dapat berfungsi kembali seperti biasa hingga hari ini,”katanya. (si)

iklan flayer Gub3

Komentar

Loading...