Kasur Pelaminan Ampuh Devayan

Kasur Pelaminan Ampuh Devayan
D Kemalawati

Kasur Pelaminan Ampuh Devayan

Di dalam gedung
Suara musik mengalun sayu
Di pelaminan ucapan selamat terus digilir
Sepasang kursi di kiri pengantin pasrah
Tak ada lelaki ayah siap dipapah
Hanya perempuan ibu menyambut tetamu
Dengan senyum kelu

Di ruang tempat makanan besan biasa dihidang
Sebuah kasur dibentang melintang
Di atasnya tubuh ringkihnya dibaringkan
Ia telentang menatap yang datang
Diterimanya jabat tangan
Dengan sisa kekuatan
Sungguh tak terdengar keluhan, tak terdengar rintihan, tak terdengar jawaban
Suaranya jauh di ujung tenggorokan
Ia memandang
Memandang kami yang jarang bertandang

Ia, Ampuh Devayan
Dalam sakit berkepanjangan
Belasan tahun dalam keterbatasan
Tak pernah terdengar keluhan
Status-statusnya selalu terdengar riang
Meski ditulis sangat satir
Penuh sindiran

Dia berbaring tenang
Di gedung dimana anak perempuan kesayangan
Merayakan pesta pernikahan
Sempat menyambut sang menantu di depan pintu
Tetapi tak mampu menyambut tamu undangan
Apalagi menyanyi lagu-lagu kenangan
Membacakan puisi-puisi sufi yang ditulis untuk pengantin baru

Kemarin suaranya masih lantang
Saat menikahkan putri semata wayang
Kepada lelaki pilihan hati
Tugas sang ayah telah dilaksanakan
Ia rela berbaring di lain ruang
Karena raga tak bisa dusta
Karena jiwanya teramat ridha

Dia, lelaki kuat yang terus bertahan
Meski badai kesakitan tak pernah reda menerjang
Ia tenang penuh pengharapan
Tuhan beri ia umur panjang
Juga rasa sakit berkelanjutan


Banda Aceh, 13 Maret 2021 

D Kemalawati, lahir di Aceh pada 2 April 1965, sarjana pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala Aceh.

Sejumlah penghargaan sastra diterima D Kemalawati seperti, dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  RI pada tahun 2011.

Sebelumnya pada tahun 2007 mendapat Anugerah Sastra dari Pemerintah Aceh dan penghargaan budaya dari Kota Banda Aceh serta Anugerah Budaya Syah Alam dari Pemerintah Aceh pada PKA ke-7 tahun 2018.  Buku puisinya: Surat Dari Negeri Tak Bertuan (dalam dua bahasa Inggris & Indonesia 2006), Hujan Setelah Bara (2012), dan Bayang Ibu (2016).

Karya-karya sastranya pernah dibaca D Kemalawati di sejumlah negara, diantaranya Rusia, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Malaysia. 

Komentar

Loading...