Kamar Agam Mundur dari Ketua IPI Aceh

Kamar Agam Mundur dari Ketua IPI Aceh
Kamar Agam

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh - Kamar Agam mengundurkan diri sebagai Ketua Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) Cabang Aceh. Terbentuknya IPI Cabang Aceh dengan tujuan untuk memajukan seni rupa Aceh telah di sahkan oleh Ketua IPI Pusat, Supaat Margie pada tanggal 1 November 2020 lalu.

Dalam perjanjian antara ketua IPI pusat dengan ketua IPI Aceh, kata Kamar Agam, IPI akan merangkul seluruh perupa di seluruh Indonesia termasuk aceh untuk kemajuan seni lukis Indonesia seperti yang tercantum di dalam AD/ART IPI

Niat baik IPI diterima oleh Kamar Agam beserta kawan-kawan perupa di Aceh dengan sangat antusias, dalam waktu yang singkat IPI Aceh telah menyiapkan semua persyaratan untuk mendapatkan legalitas IPI Cabang Aceh. Struktur mulai dari ketua, sekretaris, bendahara dan pembina telah tersusun rapi.

Namun, dalam perjalanan mempersiapkan kebutuhan lain beberapa pengurus mencoba untuk menelaah lebih jauh tentang AD/ART IPI, ternyata terdapat sejumlah hal yang tidak sesuai dengan kultur Aceh yang dimana Aceh ingin merangkul seluruh perupa bukan hanya lukis juga adanya setoran wajib sebanyak 2,5℅ dari setiap pendapatan dan nilai transaksi karya IPI cabang Aceh kepada IPI pusat dengan dalih untuk oprasional IPI pusat dan beberapa hal lainnya.

Setelah itu, Kamar Agam mengirimkan surat keberatan dengan isi AD/ART IPI kepada ketua IPI pusat, dengan pertimbangan matang IPI pusat mengirimkan surat tanggapan ke ketua cabang Aceh, Kamar Agam yang berisi;

“Jika ada pengurus cabang Aceh yang merasa keberatan dengan peraturan IPI pusat, maka kami persilahkan mundur dari pengurus atau IPI pusat yang akan memberhentikannya,”bunyi surat tersebut.

Dengan pikiran yang sangat waras juga hasil rapat dengan semua pengurus dan kepala dingin, Kamar Agam mengundurkan diri dari ketua IPI cabang Aceh.

“Niat IPI baik, namun tidak baik untuk kita, semoga IPI terus maju untuk kemakmuran perupa Indonesia,” do'a Kamar Agam.

Secara terpisah mendapat informasi bahwa seluruh anggota seniman rupa Aceh telah siap membentuk legalitas baru yang namanya tidak disebutkan dengan lingkup propinsi.

“Komunitas baru ini bukan tandingan dengan IPI, tapi memang niat kami untuk merangkul para perupa Aceh melalui sebuah wadah telah lahir sebelum IPI hadir,”kata seorang perupa yang tak ingin disebutkan namanya.[df]

Komentar

Loading...