Kadisdik Aceh Serahkan Masker ke 518 Sekolah di Aceh Timur

Kadisdik Aceh Serahkan Masker ke 518 Sekolah di Aceh Timur
Kadis Pendidikan Aceh, Drs H Rahmat Fitri HD, MPA saat menyerahkan masker kepada Bupati Aceh Timur nyang diwakili Asisten II, Muhammad MH di halaman Kantor Dinas Syariat Islam Aceh Timur, Selasa (1/12). Ist

CAKRADUNIA.CO, Idi - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh menyerahkan masker untuk 518 sekolah di Aceh Timur. Sebanyak 98.369 lembar masker kain dan 16.426 masker medis diberikan kepada pelajar dan guru di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Aceh Timur, baik untuk Dinas Pendidikan Aceh, Kanwil Kemenag Kabupaten Aceh Timur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur.

Penyerahan masker tersebut untuk mensukseskan program  Gerakan Masker Sekolah (GEMAS) Pemerintah Aceh yang diselenggarakan serentak di 23 kabupaten/kota se-Aceh. Di Aceh Timur kegiatannya dipusatkan di halaman Kantor Dinas Syariat Islam Aceh Timur

Khusus untuk Kabupaten Aceh Timur sasaran Program GEMAS sesuai dengan data Dapodik dan Emis, adalah sebanyak 518 sekolah, 93.263 siswa, 3.086 rombel, dan 8.213 guru, yang terdiri dari, kewenangan kabupaten/Kota terdapat 370 Sekolah yang terdiri dari 289 SD, dan 81 SMP.

Kemudian kewenangan Kemenag ada 98 Madrasah, yang terdiri 49 MI, 30 MTs, dan 19 MA. Sementara kewenangan Pemerintah Aceh ada 50 sekolah, yang terdiri 31 SMA, 17 SMK, dan 2 SLB.

Kesemuanya membutuhkan logistik, yang pada kesempatan itu diserahkan berupa, masker kain 98.369 lembar untuk seluruh siswa dan wali kelas, masker medis 16.426 lembar untuk guru, dan brosur 106.225 lembar untuk siswa dan guru, serta spanduk 518 lembar untuk setiap sekolah satu lembar.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA memimpin rombongan saat menyerahkan masker kain dan medis untuk Kabupaten Aceh Timur yang diterima oleh Bupati Aceh Timur diwakili Asisten 2 Sekdakab Aceh Timur, Muhammad, MH di Halaman Kantor Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Timur, Selasa (31/11/2020).

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur, Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur, Satgas Covid-19 Aceh Timur, MKKS, MKPS serta kepala sekolah se Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, H Rachmat Fitri mengatakan, bahwa dirinya ditunjuk untuk mewakili Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk mengantarkan dan menyerahkan masker tersebut ke Kabupaten Aceh Timur.

"Ancaman penyebaran Covid-19 sampai sekarang masih ada di sekitar kita. Meski secara medis penanganan infeksi Covid-19 di Aceh sudah berjalan cukup baik. Namun, kita tidak boleh lengah, sebab dari hari ke hari warga Aceh yang terinfeksi virus ini masih terus bertambah," kata Kadisdik Aceh mengawali sambutan Gubernur Aceh.

Pentingnya sosialisasi tentang protokol kesehatan untuk terus ditingkatkan. Langkah ini dinilainya sangat penting, sebab pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga mengganggu sektor-sektor lainnya.

Pemerintah Aceh telah menjalankan banyak program guna mengantisipasi dampak virus ini. Antara lain, Pemerintah Aceh telah menjalankan Gerakan Aceh Mandiri Pangan (GAMPANG) untuk mengantisipasi dampak Covid-19 terhadap ketersediaan bahan pangan di Aceh," ujarnya.

Lalu, lanjutnya ada Gerakan Gebrak Masker Aceh (GEMA) yang tujuannya untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker untuk melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19.

Gerakan Nakes

Cegah Covid-19 (GENCAR) yang fokus untuk mendukung sistem kerja tenaga Kesehatan dalam pemulihan dan penanganan pasien Covid-19.

“Alhamdulillah, semua gerakan ini telah memberi hasil menggembirakan, tentunya atas dukungan Bapak Bupati Aceh Timur, Bapak Kapolres, Bapak Dandim dan Jajarannya, memasuki bulan November ini, penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Aceh terus berkurang,” kata Haji Nanda sapaan akrab beliau.

Meski demikian, sebutnya, upaya pencegahan ini tidak boleh berpuas diri. Terobosan baru harus terus dilakukan untuk bisa menekan dampak Covid-19 hingga ke titik terendah. Salah satu terobosan itu adalah menjalankan Gerakan Masker Sekolah (GEMAS).

Kegiatan ini akan menyasar dunia pendidikan, khususnya pelajar dan guru di seluruh Aceh. Apalagi direncanakan sistem belajar tatap muka akan dimulai Januari 2021 mendatang.

Kadisdik Aceh menjelaskan tujuan kegiatan GEMAS untuk pembelajaran tentang pencegahan Covid-19 melalui Wali Kelas dengan modul yang sama, dan praktek penggunaan masker kepada siswa dan siswi oleh Wali Kelas.

Rachmat Fitri mengharapkan dukungan lanjutan dari Bapak Bupati Aceh Timur, untuk menyerahkan logistik GEMAS untuk diserahkan langsung kepada kepala sekolah melalui Kadisdik, Kankemenag dan Kacabdin di Aceh Timur.

"Terkait dengan terbatasnya waktu dan logistik, maka jika ada kekurangan kami mohon maaf dan kami minta agar masing-masing kepala sekolah untuk bisa mengambil inisiatif yang diperlukan," pintanya.

Kepada seluruh Tim Satgas dan tenaga pendidik yang sejak persiapan (sosialisasi dan pembekalan) terlibat dalam kegiatan GEMAS ini, diucapkan terima kasih, dan selamat bekerja. Jalankan misi ini dengan ikhlas dan sepenuh hati. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para donatur.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur melalui Asisten 2 Sekdakab Aceh Timur, Muhammad, MH mengucapkan terimakasih kepada Tim Pemerintah Aceh hal ini dinilai merupakan bentuk perhatian Pemerintah Aceh kepada pemerintah tingkat dua khususnya Kabupaten Aceh Timur.

"Kami sangat menyambut baik program GEMAS dan merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Karena pada masa sekarang, masker sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19," ujarnya.

Muhammad meminta agar masker tersebut dapat dipergunakan dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi pemakainya. Sementara spanduk dan brosur ditempelkan dan dibagikan di tempat yang tepat sebagai media sosialisasi.

“Kita terus berupaya dan berdoa kepada Allah agar Aceh ini bersih dari Covid-19. Namun yang harus diyakini adakah bahwa Covid-19 ini nyata. Salam kami untuk Pak Gubernur semoga senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT,” katanya.

Menurutnya, sekolah dianggap sangat rentan terhadap paparan virus yang menyerang organ pernafasan manusia. Namun, yang lebih penting dan utama, menanamkan kesadaran pelajar bersama guru dan keluarganya, agar setiap keluar rumah maupun ke sekolah untuk selalu mengunakan masker.[re]

Komentar

Loading...