Jembatan Sawang Teube Akhirnya Runtuh, Tak Ada Korban Jiwa

Jembatan Sawang Teube Akhirnya Runtuh, Tak Ada Korban Jiwa
Jembatan Sawang Teube runtuh ke saungai. Dua warga saat menyaksikan jembatan yang sudah runtuh itu. Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh-Jembatan Sawang Teube yang menghubungkan Kecamatan Pante Cermen dengan Kecamatan  Kaway XVI Aceh Barat yang menjadi jalur utama pulang-pergi warga Kecamatan  Pante Cermin,  kini telah runtuh ke sungai. Peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Salah seorang warga di lokasi kejadian, Amin kepada cakradunia.co, Kamis (31/10/19) menceritakan, ketika air sungai yang turun dari gunung semakin deras karena diguyur hujan, jembatan kerangka baja yang sudah rusak sejak akhir tahun 2018 itu terus mendapat tekanan air kencang, sehingga tiang-tiang penyangga tidak kuat menahan beban jembatan yang mulai keropos itu.

Jembatan yang selama ini masih dilintasi warga pengedara kenderaan roda, tiba-tiba ambruk ke sungai, Kamis siang sekitar pukul 14.16 WIB. Namun, dalam bencana tersebut tidak ada korban fisik maupun korban jiwa.

“Untung pak, saat kejadian itu tidak ada warga yang melintas diatas jembatan, sehingga jembatan jatuh tidak menelan korban jiwa,” kata Amin sambil menghela nafas panjang.

Warga lainnya yang berada disekita lokasi, Usman Saleh menyatakan, sangat kecewa pada pemerintah yang begitu lambat merespon keluhan masyarakat. Seharusnya,  telah satu tahun jembatan lalu sudah dapat difungsikan kembali ,sehingga jalur transportasi masyarakat Pante Cermen tidak terganggu.

“Ya kami sangat kecewa, maunya Bupati Ramli cepat merespon, sehingga jalur transporasi warga tidak terganggu. Kini, mau tak mau harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh baru bisa tiba di Kota Meulaboh,”keluhnya.

Beton penyangga jembatan bagian tengah patah, sehingga kedua bagian kerangka bajanya lepas. Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

Beberapa waktu  lalu, ketika pewarta konfirmasi ke dinas terkait dan pihak LPSE Aceh Barat, mereka  memastikan jembatan tersebut akan dikerjakan pada pertengahan  September 2019 lalu. Namun sampai jembatan itu ambruk ke sungai sepertinya belum dikerjakan oleh pemerintah Ramli-Banta. 

Fitriadilanta

Komentar

Loading...