Ironi Pendidikan Indonesia Ditengah Covid-19

Ironi Pendidikan Indonesia Ditengah Covid-19
ilustrasi. Moeslim Choise

Oleh: Lalik

Hari Pendidikan Nasional merupakan hari jati diri dari bangsa sebagai modal awal dari berkembangnya suatu bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli akan pendidikan. Dimana pendidikan tersebut merupakan hak yang harus dimiliki oleh generasi penerus bangsa ini.

Wajah pendidikan bangsa ini adalah gambaran dari wajah pendidikan masa silam yang tidak terlepas dari jasa para pahlawan republik Indonesia. Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda.

Ia dikenal karena keberaniannya menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya untuk bisa mengenyam bangku pendidikan. Hardiknas sendiri ditetapkan melalui Keppres No.316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda. Ia pun kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang bernama Taman Siswa setelah ia kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia, dengan filosofonya yang terkenal “tut wuri handayani” (dibelakang memberi dorongan).

Untuk memenuhi tujuan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas tentunya pendidikan adalah salah satu faktor terpenting yang tidak dapat kita pisahkan dari kehidupan. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal (3) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa negara yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hemat saya membahas mengenai pendidikan, merupakan hal yang tidak bisa lepas dari tatanan kehidupan manusia. Karena tanpa pendidikan tentu negara kita tidak bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan hal bersifat penting seolah-olah adalah sebuah nafas bagi semua orang untuk menjalankannya.

Pada tahun 2020 ini tema yang diangkat “Belajar Dari Covid-19”. Dikarenakan sejak menyebarnya wabah ini diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia hampir semua aspek kehidupan lumpuh salah satunya untuk kita adalah aspek pada bidang pendidikan. Hasil analisis saya terkait dari tema yang diusung menarik benang merah bahwa covid-19 ini menjadi bahan refleksi untuk kita selalu banyak berbenah diri lebih khusus pada aspek pendidikan, disamping itu sistem pendidikan yang berbasis online yang sudah dijalankan masih mengundang sejumlah pertanyaan yang terlintas dibenak saya.

Tema yang diusung itu hanya menjadi simbolis saja, tahun ini peringatan  Hari Pendidikan Naional ditiadakan, seperti dilansir dari Kumparan.com, untuk kali ini pertamanya peringatan Hari Pendidikan Nasional ditiadakan akibat adanya pandemi Covid-19, dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 42518/MPK.A/TU/2020 tanggal 29 April 2020. (Kumparan.com, 02/05/2020).

Realita Pendidikan Indonesia Saat Ini

Melihat kondisi pendidikan saat Indonesia saat ini hemat saya sangat memperihatinkan. Terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah kurang terlihat, baik sarana ataupun prasarana pendidikan. Masih saja kita dengar kabar bahwa adanya bangunan sekolah yang menjadi tempat paling utama bagi generasi bangsa menimba ilmu tidak layak digunakan

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari pemikiran tentang krisis pendidikan yang disebabkan krisis ekonomi global yang terjadi. Biaya pendidikan yang melambung tinggi membuat anak-anak yang keadaan perekonominnya tidak memenuhi harus menerima nasib kurang beruntung dikarenakan harus putus sekolah dan bekerja membantu pekerjaan orang tua. Hal ini adalah masalah besar yang dihadapi oleh bangsa kita, dan kerap membuat negara lain meremehkan kualitas pendidikan negara kita.

Faktor-faktor Yang Menyebabkan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia semakin terpuruk adalah sebagai berikut:

  1. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
  2. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik.
  3. Rendahnya Kualitas Guru
  4. Rendahnya Kesejahteraan Guru
  5. Rendahnya Prestasi Siswa
  6. Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
  7. Rendahnya Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan
  8. Mahalnya Biaya Pendidikan

Agar kualitas pendidikan di Indonesia tetap berjalan, perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak. Baik itu dari pemerintah maupun dari masyarakat sebagai pelaku dan penikmat pendidikan. Terlebih khusus saya menarik garisnya dari tema yang diusung tahun ini dengan harapan pelayanan terhadap dunia pendidikan harus berjalan aman dan merata pelaksanaannya, walaupun berbasis online dengan begitu covid-19 bukan sekedar jadi alasan belaka.

Lalik, Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...