IKAL Komitmen Jembatani Penyelesaian Batas Aceh - Sumut

IKAL Komitmen Jembatani Penyelesaian Batas Aceh - Sumut
Pengurus IKAL Aceh dan Sumut saat menandatangani naskah kerjasama, Senin, 4 februari 2019 di Kantor Gubernur Sumut. Photo: Ist

CAKRADUNIA.CO, Medan - Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Komisariat Provinsi Aceh dan Sumatera Utara menjalin kerjasama dalam membangun ketahanan bangsa. Kerjasama dilakukan keduanya dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (4/2/2019)

"Pertemuan ini sebagai ajang untuk bersilaturahmi antara sesama pengurus IKAL sekaligus membangun komunikasi serta menjalin kerjasama dalam konteks membangun ketahanan bangsa,” kata Ketua IKAL Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA.

Syahrizal mengatakan dengan keberadaannya, IKAL diharap dapat menjadi wadah membangun komunikasi serta memainkan peran intermediasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi antara Aceh dan Sumut, baik di masa kini maupun mendatang.

“Dibawah kepemimpinan Letnan Jenderal (Purn) Edy Rahmayadi, IKAL Komprov Sumatera Utara kita berharap misi untuk membangun ketahanan bangsa bias terwujud," kata Prof Syahrizal.

Sementara itu Ketua IKAL Sumut, Letjen (Purn) Edy Rahmayadi menilai kerjasama tersebut sangat strategis, karena dapat menjembatani Pemerintah Aceh dan Sumut. Dengan kerjasama, berbagai program pembanguan dan penyelesaian masalah tapal batas Aceh – Sumut dapat cepat terselesaikan.

“Keberadaan Provinsi Aceh merupakan mitra strategis bagi Pemerintah Sumatra Utara,” kata Edy saat menerima kehadiran IKAL Aceh.

Edy menyampaikan rencana kunjungan IKAL Sumut ke Aceh, sebagai tindak lanjut penandatanganan kerjasama itu. Pertemuan tersebut turut dihadiri pengurus IKAL Aceh, Rusli Yusuf, Otto Syamsuddin Ishak, Yusmaizal, Kurniawan S, Yusri Kasim, dan Nazaruddin.

Penandatanganan naskah kerjasama disaksikan Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Mahdi Effendi, Kepala Badan Kesbangpol Sumut, Suriadi Bahar. Penandatanganan nota kerjasama itu, diawali dengan Diskusi Kebangsaan membahas ketahanan bangsa.

Diskusi juga membahas relasi sosial dalam pembangunan Aceh dan Sumut seperti kesenjangan kesejahteraan dan lalu lintas perbatasan, narkoba, serta pelaksanaan pemilu damai. Dalam kesempatan tersebut, pengurus IKAL Aceh juga menggelar rapat kerja membahas program kerja (Proker) IKAL Aceh setahun kedepan.

“Ngopi Kebangsaan” adalah salah satu program yang tetap dipertahankan karena telah menjadi icon nasional,” kata Ketua IKAL Aceh, Prof Syahrizal.

Komentar

Loading...