Ibu Muda Asal Tangerang Gantung Diri di Peusangan

Ibu Muda Asal Tangerang Gantung Diri di Peusangan
Polisi saat mendatangi rumah korban di Desa Darussalam, Peusangan, Bireuen. Ist

CAKRADUNIA.CO, Bireuen - Seorang ibu muda asal Tangerang Provinsi Banten bernama Marlia (22) yang baru 35 hari melahirkan, ditemukan meninggal akibat gantung diri di kosen pintu kamar tidur rumah mertuanya di Desa Darussalam Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Jum’at (4/1) pukul 02.30 wib dini hari.

Korban tewas mengenaskan itu, merupakan istri dari Azhari Bin Abdullah penduduk  Darussalam kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen.

Akibat peristiwa tersebut korban meninggalkan  dua orang anaknya yang masih bocah  yakni Fauzan Bin Azhari (4) dan Fauzi Azhari (35 hari).

Marlia pulang ke kampung halaman suaminya di Peusangan Selatan, Bireuen untuk melahirkan bayi, teryata  setelah 35 hari  melahirkan, dia ditemukan telah tewas gantung diri.

Menurut Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH, berdasarkan keterangan mertua korban, mereka baru empat bulan ini menetap di rumah itu.

Karena, sebelumnya korban tinggal bersama suami di Tangerang. Namun, menjelang melahirkan anak kedua, Azhari membawa pulang isterinya itu ke kampung untuk proses persalinan.

Kronologis kejadian menurut Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH, pertama  saat awal mertua korban mendengar suara tangisan bayi.

“Kemudian ibu mertua korban Ti Aisyah (55)  bangun dan pergi ke kamar mandi dan heran kenapa anak korban masih menangis. Setelah itu, ibu mertua korban mengintip dari celah dinding papan kamar tidur. Saat itu dia melihat korban tidak ada ditempat tidurnya,” ungkap Eko rendi.

Lalu ibu mertua korban pergi masuk kedalam kamar korban, sesampainya di pintu kamar korban, dia melihat ada tonjolan di kain gorden pintu kamar korban, sangat begitu mengangkat kain gorden tersebut, ibu mertua korban terkejut melihat leher korban sudah tergantung kain ke atas jalusi pintu kamar dengan posisi lutut korban menyentuh lantai.

“Leher korban terjerat kain dan tubuhnya mengantung di pintu, posisi lutut kaki menyentuh lantai,” jelas Eko Rendi Oktama

Selanjutnya, Ti Aisyah memanggil dan membangunkan suaminya Abdullah (60), yang sedang tertidur di kamar belakang. Dia memberitahukan kejadian itu, lalu mereka mendatangi kamar dan sontak saja, suasana tengah malam itu heboh.

Sementara itu, sejumlah sumber  di daerah tersebut mengaku bahwa korban selama  berdomisili di Desa Darussalam, korban diduga sering mengalami depresi. Sehingga, keputusan mengakhiri hidupnya tak terlepas dari beban psikologis yang dialami wanita tersebut.

Persoalan tersebut sekarang sudah ditangani polisi dan pihak kepolisian masih berupaya mencari motif gantung diri tersebut.(Zul)

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...