Breaking News

Hati Yang Bening

Hati Yang Bening
Ilustrasi. Ist

Oleh: Rusli Djuned SSn

Di dalam diri manusia ada segumpal darah yang sangat berpotensi menentukan jati dirinya seseorang . Jika ia jernih, ia akan memandu lisan untuk berucap dengan butiran-butiran kata yang lembut. Jika ia keruh, ia akan memaksa lisan untuk mengeluarkan kata-kata terburuk yang dia miliki. Dia adalah qalb (hati). Hati adalah anugerah yang sangat besar bagi manusia. Dengannya manusia dapat menyingkap kebesaran Ilahi, mengenal-Nya, berkomunikasi dengan-Nya, dan mengetahui sejatinya hidup di dunia dan di akhirat nanti.

Dengan hati manusia dapat bermesraan dengan Allah, walaupun kedua mata tidak sanggup untuk melihat-Nya, telinga tidak kuasa untuk mendengar bisikkan-Nya, dan akal tidak berdaya untuk meraih wujud kebesaran-Nya.Di dalam hati inilah pusat kebahagiaan seseorang. Di dalam hati ini pula sumber kesengsaraan. Hati merupakan tombol pengontrol seseorang. Hati adalah pangkal kehidupan.

Keserakan, tamak, dan rakus muncul dari hatinya. Qana’ah, syukur, dan merasa cukup atas rizki yang diberikan oleh Allah bersumber dari hatinya. Bahagia atau sedih, serakah atau qona’ah, santun atau kasar, kaya atau miskin, mulia atau hina, dan takabbur atau tawadlu’bukan tergantung pada materi dan bentuk fisik, namun akan sangat tergantung pada seberapa terawat dan tertata hatinya.

Karena itu, qalb dapat menyelamatkan dan juga dapat mencelakakan. Qalb yang kotor akan melahirkan prilaku kotor dan yang suci akan membimbing pada prilaku shaleh. Perbuatan yang selama ini kita lakukan. Dia dapat menyelamatkan dari azab Allah dan juga bisa mencelakakan seseorang ke dalam neraka . Hati yang terawat senantiasa mengkomandoi tubuh untuk gemar beramal shaleh.

Hati yang kusut, menjadi sumber malapetaka bagi pemiliknya. Hati yang bening dan jernih yang nanti akan menempati surga Allah yang penuh kenikmatan. Hati orang yang semrawut dan kotor yang akan mendiami neraka Allah yang penuh azab yang pedih.Sering kita mendengar bahwa qalb seperti cermin. Kita harus rajin dan tekun untuk membersihkannya, agar ia tetap bersih, jernih, bening dan terang.

Hanya dengan kejernihan hati, kebahagiaan dunia dan akhirat dapat. Bernoda hitam, dia akan menemui kegalauan dan kerisauan hidup di dunia dan di akhirat. Ingatlah, bahwa qalb merupakan amanah yang dipikulkan di atas pundak kita yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.

Kita tidak bisa menata dan merawat hati, kecuali mendapatkan pertolongan dari Allah. Allah akan membuka pintu rahmat-Nya bagi hamba yang tekun memohon, agar hatinya tetap bening.Jika kita perhatikan, puncak prestasi dan kesuksesan hidup selalu diraih oleh orang-orang yang berhati bersih dan bening. Memang kesuksesan dan kemulyaan hanya milik hamba yang berhati jernih.

Betapa indahnya hidup berbijak pada kebeningan hati. Tentram, damai, sejahtera, bahagia, dan lapang dengan hati yang pemiliknya rajin merawatnya, sikap dan prilakunya akan terlihat indah. Orang yang berhasil menata dan merawat hatinya dengan baik, berarti dia telah berhasil menemukan jalan menuju kebaikan. Dia memiliki kegigihan dan keteguhan hidup yang tidak dapat digoyahkan oleh rayuan apapun.

Gemerlapnya perhiasan dunia tidak menjadikan dia surut untuk beribadah. Gelar dan jabatan tidak menyebabkan dia bersikap angkuh dan sombong serta berbuat semena-mena terhadap bawahannya. Kakinya ringan melangkah menuju kebajikan, berat melangkah menuju kemaksiatan. Dua matanya terfokus pada kebesaran dan keagungan Allah. Yang sebenarnya hati adalah ingin berhasrat terpikat dan memendam rasa rindu untuk bertemu Allah.

Kecintaan dan kerinduan kepada-Nya mengundang dirinya untuk rajin beramal shaleh. Ibadah dilakukan dengan khusyu’. Hatinya bergetar dikala mendengar asma Allah dilantunkan. Sementara itu, dia akan berusaha mati-matian untuk menepis riya, dengki,, takabbur, dan sifa-sifat tercela lainnya bersarang di dalam hatinya. Sungguh beruntung orang yang memiliki hati yang bersih.

Rusli Djuned, Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta,

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...