Hakim Tak Menanggapi Keluhan T Dedi Iskandar di Media

Hakim Tak Menanggapi Keluhan T Dedi Iskandar di Media
Ketua PN Meulaboh, Zulfadly, SH,MH. Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

Ibunda Akrim Terimakasih kepada Jaksa dan Hakim

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Keluhan yang disampaikan T Dedi Iskandar, wartawan Antara.com biro Meulaboh terkait tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang kasus dugaan pengeroyokan dengan pelaku, masing-masing Umar Dani, Darmanchah, Erizal dan Akrim.

Dedi Iskandar sangat mengharapkan agar hakim nantinya benar-benar memberi putusan atas dasar hukum dan keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Kuasa bukan atas dasar intervensi-intervensi pihak tertentu apalagi karena "sesuatu hal" diluar hukum, sebagaimana kutipan diambil dari media Aceh News, edisi Rabu (3/6/20).

Atas dasar harapan T Dedi Iskandar, cakradunia.co, Rabu (3/6/20) mengkonfirmasi Ketua PN Meulaboh yang juga Hakim Ketua Zulfadly, S.H.MH di ruang kerjanya di PN Meulaboh terkait pernyataan itu. Namun, dirinya tidak mau menanggapi keluhan korban. 

“Saya tidak mau menanggapi, karena belum selesai sidang, efeknya gak baik," ujar Zulfadly singkat kepada cakradunia.co, Rabu (3/6/20).

Baca juga: Ibunda Akrim Sangat Kecewa Perlakuan Terhadap Anaknya Selama Dalam Tahanan

Kasus yang kini sedang bergulir dalam persidangan di PN Meulaboh merupakan insiden tagih utang yang diduga terjadi pengeroyokan di warung kopi El Nino Jalan Gajah Mada Meulaboh, 10 Januari 2020 lalu.

Akibat kasus tersebut Darmansyah dan Umar Dani ditetapkan sebagai tersangka dan T Dedi Iskandar juga tersangka atas laporan penganiayaan Erizal. Namun, akhirnya polisi menghentikan kasus Dedi Iskandar dengan dikeluarkan SP3 dari Polres Aceh Barat. 

Pada bulan Februari 2020 lalu terjadi insiden di pendapo Bupati Aceh Barat pemukulan terhadap Tgk Janggot oleh Bupati Ramli MS dan oleh korban kasus itu dilaporkan ke Polres setempat. Selang sehari kasus pendopo itu ditarik ke Polda Aceh dan kemudian polisi menetapkan Akrim bersama Erizal sebagai tersangka dan keduannya mendekam di tahanan Polres Aceh Barat. 

Kini, kasus tersebut sudah sampai pada sidang tuntutan, empat terdakwa pengeroyokan wartawan Antara.com dituntut lima bulan penjara dikurangi masa tahanan.

“Para terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 170 jo Pasal 55 KUHP,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yusni Febrian Syah dalam sidang secara Daring (online), Selasa kemarin (2/6/20).

Selain menuntut pidana penjara, JPU juga menuntut para terdakwa membayar perkara Rp. 2000,-

Baca juga : Saksi Tgk Janggot Klaim Bupati Ramli MS Panik Hadapi Proses Hukum di Polda Aceh

Menanggapi tuntutan tersebut, T Dedi Iskandar, wartawan Antara.com yang juga mengaku korban pengeroyokan menyampaikan harapan kepada hakim melalui sejumlah media online “dia khawatir apabila empat terdakwa divonis ringan, maka tidak menutup kemungkinan peristiwa yang dialaminya juga bisa saja dialami oleh pekerja pers lainnya di Aceh Barat atau di Aceh”. Namun, keluhan itu tak ditanggapi hakim.

Ketua PN Meulaboh Zulfadly menyebutkan, Senin pekan depan kasus ancaman wartawan modus akan digelar kembali dan dilanjutkan hari selasa untuk keputusan dugaan pengeroyokan wartawan.

Ketika ditanyai, apakah dalam sidang-sidang kasus tersebut ada gangguan, hakim Zulfadly mengatakan lancar.

“Selama ini persidangan Insya Allah tidak ada hambatan,”kata Zulfadly. 

Nuraini Ibunda Akrim. Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

Ibunda Akrim Terimakasih kepada Jaksa dan Hakim

Keluarga besar Akrim dan seluruh kerabatnya menyampaikan terimakasi kepada Kajari, jaksa penuntut umum (JPU) dan juga hakim yang pimpin sidang di PN Meulaboh, Aceh Barat telah menuntut Akrim lima bulan penjara dan denda Rp. 2000.- dalam kasus dugaan pengeroyokan wartawan T.Dedi Iskandar.

Kepastian itu disampaikan Nuraini ibunda Akrim,  Rabu (3/6/20) ke cakradunia.co  mewakili  keluarga dan kerabat terdakwa. 

“Kami juga berterima kasih tuntutan JPU atas kasus pengancaman wartawan modusaceh.com dengan enam bulan pidana penjara dan satu tahun percobaan. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan aparat penegak hukum,”katanya lepas. 

Dalam sidang pekan depan, Nuraini sekeluarga mendoakan agar JPU dan para hakim sehat dan tetap teguh pada pendirian dan ketentuan yang berlaku tidak terusik dengan nyanyian banyak pihak diluar ruang sidang pengadilan. 

Fitriadilanta

Komentar

Loading...