Gugatan Akrim Cs Ditanggapi, Dewan Pers: Modusaceh.com Langgar Kode Etik & Minta Maaf

Gugatan Akrim Cs Ditanggapi, Dewan Pers: Modusaceh.com Langgar Kode Etik & Minta Maaf
Pengacara Akrim, Putra Pratama Sinulingga, S.H.

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Gugatan Akrim, Fitriadilanta dan Teungku Zahidin warga Meulaboh, Aceh Barat terhadap berita-berita yang dimuat tanpa fakta oleh modusaceh.com ditanggapi serius oleh Dewan Pers di Jakarta dan modusaceh.com harus meminta maaf kepada Akrim Cs dan pembaca (publik).  

Permintaan Dewan Pers itu, dibenarkan oleh kuasa hukum Fitriadilanta, Akrim dan Tengku Zahidin Putra Pratama Sinulingga, S.H.

“Benar bahwa laporannya terhadap pemberitaan media modusaceh.com telah mendapatkan tanggapan positif dari Dewan Pers di Jakarta dengan mengirim surat kepada kami,”katanya kepada cakradunia.co, Sabtu (18/4/2020).

Menurutnya, dalam surat yang diterimanya dari Dewan Pers tersebut, ada 12 berita yang dilaporkan ke dewan pers dan ke semua berita tersebut berdasarkan rekomendasi dan analisis sementara Dewan Pers, berita-berita tersebut melanggar Kode Etik Jurnalis dan UU Pers.

Dalam surat yang diterimanya tersebut juga dijelaskan mengenai prosedur penyelesaian yang akan ditempuh untuk kasus tersebut diantaranya melalui surat menyurat jika rekomendasi dewan Pers yang menyarankan agar Modusaceh.com meminta maaf kepada kliennya dan kepada para pembaca disetujui oleh Pengadu dan Teradu.

Atau melalui mediasi dan ajudikasi yang akan ditentukan oleh Dewan Pers, jika Pengadu dan Teradu tidak setuju terhadap rekomenasi dan penilaian sementara Dewan Pers.

Menanggapi surat dari Dewan Pers tersebut, Putra Pratama mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan para kliennya.

“Untuk memastikan mekanisme apa yang akan diambil dalam menyelesaikan sengketa antara kliennya dengan Modusaceh.com, akan saya koordinasi dulu,”katanya.

Menurutnya, pelaporan media modusaceh.com ke Dewan Pers, karena modusaceh.com menulis berita tidak sesuai dengan fakta dan tanpa konfirmasi.

Dijelaskannya, penulisan yang dilakukan media tersebut tanpa melakukan korscek kepada kliennya dan berita-berita tersebut terkesan menghakimi, sehingga membuat nama baik kliennya merasa tercemar.

"Mereka dalam membuat berita tanpa kroscek kepada klien kami, seakan -akan berita yang mereka buat dan ditayangkan adalah berita yang benar bahwa klien kami telah melakukan perbuatannya yang melanggar hukum. Apa lagi berita-berita itu tanpa konfirmasi kepada klien kami," jelasnya

Menurut Putra, media modusaceh.com telah kami peringatkan untuk membuat berita sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, ada fakta dan tidak tendensius. 

"Sebelumnya media  modusaceh telah diperingatkan agar menulis berita sesuai fakta, tidak menghukum dan jangan provokatif. Tetapi, media modusaceh.com tetap memberitakannya yang seolah-olah memihak (tendensius)," katanya. 

Selain beritanya tendesius, tambah Putra, alasan melapor modusaceh.com ke Dewan Pers, karena kliennya merasa dirugikan terhadap 12 berita yang disiarkan itu.

Menurut Putra, pihaknya melaporkan media modusaceh.com ke Dewan Pers bukan karena tidak senang dengan profesi jurnalis yang menyampaikan fakta dan kebenaran.

"Kami sangat menghormati profesi wartawan sebagai penyampai informasi yang benar ke publik, lengkap dan memberikan edukasi kepada para pembaca. Kita tunggu saja bagaimana penyelesaiannya dan sanksinya apa. Kita serahkan ke Dewan Pers untuk ditindaklanjutinya, agar kehidupan pers yang bebas, bertanggungjawab dan sehat dapat terwujud dalam sebuah negara yang demokratis," pungkasnya. (re).

Surat Dewan Pers.

Komentar

Loading...