Gudang Mobar Nagan Raya Terancam Roboh, GeRAK Minta Polisi Usut Kasus Dana Otsus 2017

Gudang Mobar Nagan Raya Terancam Roboh, GeRAK Minta Polisi Usut Kasus Dana Otsus 2017
Gudang Mobar di terminal Nagan Raya sudah retak dan miring sangat rawan roboh karena sudah total loss (tak bisa digunakan lagi). Ist

CAKRADUNIA.CO, Suka Makmue  - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) mendorong pengusutan hingga tuntas kasus indikasi kerugian negara proyek pembangunan gudang mobil barang (Mobar) di Terminal Tipe B Terpadu di Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Nagan Raya.

"Proyek itu dinilai tak sesuai Spek dan dikerjakan asal jadi dana otsus tahun 2017 silam," kata Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edi Syahputra kepada media, Senin (7/6/2021).

Dalam keterangan pers, Edi menyebutkan, kini kasus dugaan korupsi proyek gedung mobar saat ini dalam proses penyelidikan kepolisian.

"Kami desak polisi untuk mengusut tuntas pembangunan gudang mobar yang terindikasi total loss (tak bisa digunakan lagi) dan jelas-jelas telah menimbulkan kerugian keuangan negara," katanya.

Polres Nagan Raya saat ini masih terus melakukan penyidikan kasus tersebut dan telah menetapkan seorang tersangka dari pihak perusahaan. 

"Kami minta kasus ini tidak hanya berhenti di rekanan saja, perlu pengembangan yang menyeluruh. Kami mendorong DPRA yang mempunyai pengawasan anggaran untuk mengawal kasus ini dan tidak menutup mata, apalagi ini menjadi temuan Pansus DPRA," katanya.

Mengingat anggaran tersebut berasal dari dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2017 dengan pagu anggaran Rp 1.950.000.000. 

GeRAK memberikan apresiasi kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh yang menemukan bahwa pembangunan gudang mobar tersebut bermutu rendah. 

Hasil penelusuran dokumen lelang, ada delapan peserta yang mengikuti tahapan tender tersebut dan pemenang berkontrak CV Berkat Jasa. Adapun pekerjaan tersebut berada di bawah satuan kerja (Satker) Dinas Perhubungan Nagan Raya, dengan nilai harga penawaran kontrak sebesar Rp 1.851.858.000. 

Menurut GeRAK, penelusuran di lapangan gedung tersebut kini mengalami kemiringan dan keretakan pada sisi bagian depannya dikhawatirkan rawan roboh.

"Terlihat pondasi tiangnya dan dinding gedung sudah mengalami keretakan dari atas hingga bawah. Audit BPKP Perwakilan Aceh yang menyebutkan bahwa gedung ini total loss dikarenakan gedung tidak lagi bisa dipakai dan bila dipaksakan bisa membahayakan penggunanya," kata Edi.

Sebelumnya Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno kepada wartawan mengakui bahwa pihaknya sedang mengusut proyek pembangunan gedung mobar. Polisi telah menerima hasil audit BPKP Perwakilan Aceh dan telah menggelar perkara di Polda Aceh.(si)

Komentar

Loading...