Grup Geunta Nangroe Juara Festival Tari Ratoh Jaroe

Grup Geunta Nangroe Juara Festival Tari Ratoh Jaroe
Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan, ST ketika menyerahkan piala dan hadiah juara I Festival Tar Ratoh Jaroe yang digelar Taman Seni dan Budaya Aceh, Sabtu (20/10/18) malam. Foto/Dok TBA

CAKRADUNIA.COM, Banda Aceh – Grup Tari Geunta Nanggroe Banda Aceh terpilih sebagai juara pertama Festival Tari Ratoh Jaroe Tingkat Nasional 2018 yang dilaksanakan UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, 19-20 Oktober 2018. Sebagai juara I, Geunta memperoleh dana pembinaan senilai Rp 20 juta ditambah plakat dan sertifikat.

Sementara juara dua diraih oleh Sanggar Buana Banda Aceh, juara III Sanggar Sendratasik FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan juara harapan I, Sanggar Kulet Community Banda Aceh. Masing-masing mendapat dana pembinaan sebesar Rp 17 juta, Rp 10 juta dan Rp 5 juta.

Wakil Ketua DPR Aceh, T Irwan Djohan ST ketika menutup acara menyampaikan aspirasi atas antusias grup untuk ambil bagian dalam Festival Tari Ratoh Jaroe Nasional 2018. Bagi yang belum mendapat juara terus berlatih, sehingga pada festival yang akan datang selanjutnya bisa menjadi juara.

“Saya senang melihat grup-grup dari daerah hadir dan tampil dengan penuh semangat, meski belum meraih juara. Mudah-mudahan tahun depan bisa tampil lebih baik dan terus berlatih agar bisa meraih juara,”kata politisi dari Nasdem ini menyemangati.

Sementara Kepala Taman Seni dan Budaya Aceh, Dra Kemalawati dengan senang mengatakan, Festival Tari Ratoh Jaroe Tingkat Nasional yang dewan jurinya juga berskala nasional mampu menarik semangat para koreografer (pelatih tari) untuk menghadirkan sanggarnya ke Banda Aceh.

“Kami selaku penyelenggara sangat senang, 31 grup ambil bagian dan mereka menunggu sampai pukul 00.30 WIB dini hari untuk mendengar pengumuman siapa juaranya. Mudah-mudahan event seperti ini akan kita gelar untuk kesenian tradisional lainnya,” kata penerima Anugerah Syah Alam Pekan Kebudayaan Aceh  2018 ini bahagia.

Dewan juri yang diketuai oleh Yusri Saleh (Dek Gam), Ratih Puspita Sari dan Ratna Mutia menilai Festival Tari Ratoh Jaroe yang dilaksanakan UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh 2018 untuk pertama kalinya ini sangat sukses, terbukti dengan lebih dari tiga puluh sanggar ikut sebagai peserta walau terbilang persiapannya dalam hal waktu sangat singkat. Dia berharap sanggar-sanggar yang telah ikut berkompeti tak berhenti berlatih setelah festival usai sehingga bisa tampil lebih baik dimasa-masa mendatang.

“Saya berharap, festival tari seperti ini perlu terus dilaksanakan oleh Taman Seni dan Budaya Aceh untuk tari tradisi lainnya. Saya senang, penari sangat semangat mengikuti lomba,”kata Dek Gam, koreografer Aceh yang sudah menasional.

Mantan Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA), Helmi Hass mengatakan, senang melihat Taman Seni dan Budaya Aceh kembali diramaikan oleh pekerja seni, sehingga acara Festival Tari Ratoh Jaroe Tingkat Nasional disambut antusias dan meriah dalam pelaksanaan dengan hadir 31 grup dari berbagai daerah dengan penonton yang membludak.

Helmi Hass mengharapkan UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh yang sejak berdirinya dikonsepkan sebagai ‘Laboratorium Seni’ harus kembali ke kitahnya. Karena selama Taman Budaya diambil alih oleh Pemda Aceh dari Kemedikbud RI belasan tahun lalu fungsinya sudah dinomorduakan, lebih banyak disewakan untuk kepentingan diluar seni budaya, sehingga sering berbenturan dengan kegiatan seniman dan pernah terjadi aksi pembakaran lukisan oleh seniman lukis karena kecewa dengan sikap Pemda Aceh.

“Saya senang melihat geliat seniman pada acara Festival Tari Ratoh Jaroe ini dan Taman Budaya Aceh kembali ramai. Saya berharap fungsi Tanam Seni dan Budaya Aceh ini perlu diluruskan, sehingga upaya melestarikan budaya tradisi kita bisa terwarisi kepada anak cucu kita dengan baik. Jangan setelah di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh fungsinya melenceng,” kata wartawan senior Aceh ini serius.

Fauzi Cut Syam

Komentar

Closed.