Gemslover Gelar Kontes & Pameran Batu di Meulaboh

Gemslover Gelar Kontes & Pameran Batu di Meulaboh
Wakil Bupati Aceh Barat Banta Puteh (kanan), Kapolres AKBP Raden Bobby melihat batu solar yang ditunjuk oleh Dandim 0105/Aceh Barat, Letkol Kav.Nurul Diyanto, S.Pd (dua kiri) saat meninjau pameran batu. Ist

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh- Komunitas Gemslover Aceh Barat gelar Kontes dan Pameran Batu berkualitas di Caplin Caffe, Meulaboh, Aceh Barat, Jum'at-Minggu (6-8/12/19). Juara pertama akan menerima hadiah Rp 10 juta dari Kapolres Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat AKBP.H.Raden Bobby Aria Prakarsa, SIK ketika membuka acara kontes dan pameran batu mengatakan, syukur alhamdulillah akhirnya insan pecinta batu bisa berkumpul kembali ke bumi Teuku Umar dalam ajang pameran hasil alam tersebut

Tujuan diadakannya kontes batu ingin mengembalikan semangat kejaan  baru cincin di Meulaboh, dimana tahun 2014-2015 saat itu pengrajin dan pecinta  batu mengalami kemajuan pesat, mesti dikembalikan lagi agar pentumbuhan ekonomi kembali meningkat.

"Dengan bangkit kembali semangat pecinta dan pengrajin batu cincin di Aceh Barat, otomatis pedagang dan pencari batu akan kembali dan akan ada peningkatan ekonomi," jelas kapolres yang akan pindah tugas ke Polresta Madiun kota, Jawa Timur.

Menurutnya, kontes batu 2019 diikuti oleh pengrajin batu dari berbagai daerah ada yang datang dari Jawa, Pekan Baru, Medan, Banda Aceh serta sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh.

Acara yang berlangsung, Jumat – Minggu, 6-8 Desember 2019 memamerkan batu berkualitas dengan harapan setelah kontes batu kembali banyak peminat dan ekonomi kerakyatan kembali tumbuh.

Batu Lumut Aceh Large salah satu batu berkualitas yang dipamerkan di Caplin Caffe Meulaboh. 

Ketua Panitia Kontes, Pameran Batu Giok & Akik Piala Kapolres Aceh Barat 2019 Edy Syah Putra kepada media usai pembukaan pameran mengatakan, acara ini dilaksanakan oleh Komunitas Gemslover yang didukung oleh Kapolres Aceh Barat.

 "Komunitas Gemslover merupakan perkumpulan pecinta, pengrajin, penambang, pengusaha dan kolektor batu mulia, batu giok dan akik," kata Edy.

Komunitas ini tersebar di seluruh Indonesia, di Aceh perkumpulannya ada di Banda Aceh, Sigli, Bireuen, Lhokseumawe, Langsa, Takengon, Meulaboh, Nagan Raya dan sejumlah daerah lain.

“Komunitas ini, telah terbentuk sebelum era boming batu, bahkan sudah ada dari tahun 1980-an.Tapi, puncak kejayaannya adalah pada tahun 2014 dan denyutnya masih kita rasakan sampai dengan saat ini,” ujar Edy yang juga koordinator GeRAK Aceh Barat

Kontes batu akan dinilai oleh dewan juri profesional dari Banda Aceh dan daerah lainnya, dengan memperebutkan hadiah juara umum dari Kapolres Aceh Barat senilai Rp.10 juta, hadiah lainnya akan disesuaikan berdasarkan peserta kontes.

Pantauan cakradunia.co di lokasi acara , peserta kontes dari berbagai daerah terus berdatangan, acara dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat Banta Puteh Syam, Mantan Bupati Aceh Barat,  H.tito, Dandim Nurul, Wakil Ketua DPRK Ramli, SE, dan sejumlah pengusaha serta rekan-rekan wartawan.

Fitriadilanta

 

Komentar

Loading...