Gelombang Kedua di India, Pasien Covid-19 Krisis Oksigen

Gelombang Kedua di India, Pasien Covid-19 Krisis Oksigen
Dua pasien Covid-19 berbaring di satu ranjang saat dirawat di rumah sakit Lok Nayak Jai Prakash (LNJP), New Delhi, India, 15 April 2021. Dua pasien positif pun terpaksa berbagi ranjang karena ruang isolasi yang disediakan sudah penuh sejak kasus Covid-19 melonjak drastis pada Kamis (15/4). REUTERS/Danish Siddiqui

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - India mengalami krisis suplai oksigen untuk pasien Covid-19 di rumah sakit-rumah sakit seiring dengan jumlah kasus penyakit itu yang meledak kembali pada gelombang kedua. 

Di tengah krisis itu, sebanyak 22 pasien yang tengah dirawat menggunakan ventilator di sebuah rumah sakit di Maharashtra meninggal karena suplai oksigen terganggu akibat kebocoran.

Peristiwa gangguan ventilator karena kebocoran di pipa jaringan di rumah sakit itu terjadi pada Rabu 21 April 2021. Rumah Sakit Zakir Hussain, namanya, berada di Nashik di Maharashtra--negara bagian yang mencatat ledakan tertinggi kasus baru Covid-19 di India saat ini. Sebagai catatan, India dilaporkan telah membuat rekor baru lonjakan 295.041 kasus baru dengan kematian mencapai lebih dari 2.000 jiwa pada Rabu.

Gambar tayangan di televisi dan juga video viral di media sosial memperlihatkan kebocoran oksigen tampak dari asap putih yang menyebar dari sebuah fasilitas tanki di Rumah Sakit Zakir Hussain. Asap merebak cepat hingga menciptakan kepanikan.

Keterangan dari kepolisian setempat menyebutkan, kebocoran berasal dari sebuah pipa yang terhubung ke tanki utama di kompleks rumah sakit. Selain menyebabkan 22 pasien gejala berat Covid-19 yang bergantung ke ventilator meninggal, kebocoran juga memaksa lima pasien lainnya dirujuk ke rumah sakit lain. Secara keseluruhan, Rumah Sakit Zakir Hussain pada hari itu sedang merawat 140 pasien Covid-19.

Terpisah, sebuah ruang penyimpanan tabung oksigen di rumah sakit di Distrik Damoh, negara bagian Madhya Pradesh, mengalami penjarahan dua hari berturut-turut, Senin dan Selasa lalu. Penjarahan terjadi setelah negara bagian itu mengumumkan surplus oksigen untuk pasien Covid-19 sebanyak 16 metrik ton.

Dari Haryana, otoritas negara bagian setempat mengaku telah dipaksa menyuplai oksigen ke Ibu Kota, New Delhi.

"Pertama, kami akan memenuhi kebutuhan kami sendiri dulu, baru memberi ke daerah lain," kata Menteri Kesehatan Haryana Anil Vij,Rabu lalu.

Pekerja migran bersiap mudik ke kampung halaman saat penerapan lockdown, di Ghaziabad, India, 19 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

Dia bahkan menuduh pemerintah New Delhi telah membajak satu truk tanki berisi oksigen tujuan Haryana. 

"Mulai sekarang, saya perintahkan pengawalan polisi kepada seluruh truk tanki oksigen," katanya.

Per Rabu, India telah melaporkan sebanyak 15,6 juta kasus Covid-19 dan berada kedua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Kematian Covid-19 di India telah lebih dari 182 ribu per hari yang sama.

Api kremasi dipersiapkan bagi jenazah pasien Covid-19 di sebuah krematorium di New Delhi, India, Rabu, 21 April 2021. Kasus Covid-19 secara keseluruhan di India sekarang mencapai 15,6 juta, kedua setelah Amerika Serikat, yang memiliki lebih dari 31 juta infeksi. REUTERS/Adnan Abidi

"Angka yang sangat besar," kata Jalil Parkar, dokter spesialis paru di Rumah Sakit Lilavati di Mumbai. Rumah sakit itu telah mengubah ruang lobinya menjadi bangsal tambahan untuk pasien Covid-19. "Ini seperti tsunami," kata dia.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengakui negerinya sedang menghadapi perang besar melawan Covid-19. Meski begitu dia meminta para negara bagian menempatkan lockdown sebagai opsi paling akhir dengan alasan ekonomi yang sudah sangat terpukul.

Modi menjanjikan pengiriman 100 ribu tabung oksigen ke seluruh India, pembangunan pabrik baru yang memproduksi oksigen, dan mendirikan rumah sakit khusus Covid-19. 

New Scientist | India Today | 9News

Komentar

Loading...