Gara-Gara Satu Covid, Kapal Bawa 3 Ribu Penumpang Balik ke Singapura

Gara-Gara Satu Covid, Kapal Bawa 3 Ribu Penumpang Balik ke Singapura
Kapal pesiar Genting Cruise Lines kembali ke Singapura pada Rabu (14/7) setelah satu penumpang terdeteksi mengidap penyakit akibat virus corona atau Covid-19. (AFP/Roslan Rahman)

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - Kapal pesiar Dream Cruises dari Genting Cruise Lines kembali ke Singapura pada Rabu (14/7) setelah satu penumpang terdeteksi mengidap penyakit akibat virus corona atau Covid-19.

Badan Pariwisata Singapura menyatakan bahwa kapal tersebut sudah kembali bersandar dan penumpang berusia 40 tahun yang dinyatakan positif Covid-19 langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Penumpang tersebut terlibat kontak dekat dengan salah satu pasien Covid di daratan, dan langsung diisolasi sesuai protokol kesehatan," demikian pernyataan Badan Pariwisata Singapura yang dikutip Reuters.

Mereka kemudian menjelaskan bahwa pria itu sebenarnya sudah menyerahkan hasil tes negatif Covid-19 sebelum memulai pelayaran liburan "tanpa tujuan" pada Minggu (11/7).

Pelayaran tersebut seharusnya berlangsung selama tiga hari, tapi pria itu teridentifikasi positif Covid-19 ketika sudah berada di dalam kapal.

Sekitar tiga ribu orang, yaitu 1.646 penumpang dan 1.249 kru, pun langsung diminta untuk mengisolasi diri di dalam kamar masing-masing sementara kapal berlayar kembali menuju pelabuhan Singapura.

Sesampainya di daratan, para penumpang langsung menjalani tes Covid-19. Tiga orang yang bepergian bersama pasien Covid-19 tersebut dinyatakan negatif, tapi tetap harus menjalani karantina lagi.

Seorang penumpang kapal, Rishi Lalwani, mengaku terkejut ketika mendengar laporan satu penumpang positif Covid-19 karena sistem pemeriksaan sebelum berlayar sangat ketat.

"Situasi Covid di Singapura tertangani dengan baik. Jadi, ya, satu kasus dari pelayaran dengan 1.700 penumpang sangat jarang terjadi. Terlebih lagi, tak pernah ada laporan seperti ini sebelumnya dalam pelayaran tanpa tujuan," ucap Rishi.

Pelayaran tanpa tujuan seperti ini memang sedang populer di Singapura karena pandemi Covid-19 yang menghambat warga untuk pelesiran. Sejumlah warga mengaku khawatir kasus ini akan memengaruhi pelayaran tanpa tujuan di kemudian hari.

Namun, pihak berwenang menyatakan bahwa pelayaran di jadwal lain tetap boleh beroperasi dengan protokol kesehatan ketat.

(cnn)

Komentar

Loading...