Gara-gara IGD Tutup, Walikota Copot Direktur RSUD Kota Langsa

Gara-gara IGD Tutup, Walikota Copot Direktur RSUD Kota Langsa
Walikota Langsa, Usman saat meminta petugas membuka gembok pintu IGD RSUD Kota Langsa, Rabu (23/9). Ist

CAKRADUNIA.CO, Langsa  - Wali Kota Langsa, Usman Abdullah mencopot dr Fardhyani dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa dan langsung menunjuk dr Helmiza Fahry SpOT sebagai Plh sementara Direktur RSUD Langsa.

"Hari ini saya berhentikan dr Fardhyani sebagai direktur dan untuk sementara Plh direkturnya dr Herlmiza," sebut Toke Seum, begitu nama akrab Walikota Usman Abdullah kepada media, Rabu (23/9) siang.

Kepada dr Helmiza, diminta segera membenahi pelayanan di rumah sakit dan mengaktifkan kembali pelayanan di IGD.

"Apapun masalah terjadi di RSUD Langsa jangan cepat panik hingga mengambil kebijakan yang salah, cari solusi bersama yang terbaik," katanya kepada Plh Direktur RSUD Langsa.

Sebelumnya dilaporkan, Wali Kota Langsa,Rabu (23/9/2020) mendadak ke RSUD Langsa dan memerintahkan pelayanan di IGD dibuka kembali.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Langsa itu ditutup sejak tanggal 16 September lalu, pasca 31 tenaga kesehatan rumah sakit ini positif Covid-19.

Walikota didampingi Plh Sekda Kota Langsa, Junaidi SKM, Asisten I Suriyatno AP, Kepala Bappeda Darpian SE, datang ke RSUD Langsa sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung menuju ke IGD serta meminta segera dibuka gembok pintu IGD.

"Saya sudah perintah kemarin jangan ditutup, kenapa sampai sekarang masih ditutup," tanya Toke Seum, kepada Wadir Pelayanan RSUD Langsa, Samsul, dan Wadir Administrasi Umum, Hadi Wajaya di IGD RSUD Langsa itu.

Saat kedatangan Wali Kota tidak terlihat Direktur RSUD Langsa, dr Fardhyiani, hanya ada berapa pejabat bawahannya saja.

"Dalam kondisi perang saja, rumah sakit tidak boleh tutup, karena rumah sakit adalah pelayanan utama kesehatan yang sangat dan dibutuhkan masyarakat. Di saat kondisi pandemi Covid-19 seperti inilah, pelayanan masyarakat terutama petugas medis di rumah sakit diuji tetap melayani masyarakat yang sakit,”uranya agak kesal.

Dalam kondisi separah apapun yang terjadi, tambahnya, tidak boleh rumah sakit ini ditutup, wajib buka untuk melayani masyarakat. Jika rumah sakit tutup, mau kemana lagi masyarakat berobat.[si]

Komentar

Loading...