Gadis Gowes (28)

Gadis Gowes (28)
Gadis Gowes

Bab. VIII

Koi Dalam Simbol Cinta

       Siapa yang tak mengidolakan Sang Fajar dari Blitar? Lantang jika orator dan berani  berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Siapapun pasti sangat mengidolakan proklamator negeri Jambrut Khatulistiwa ini termasuk  Marilyn Monrow yang mengenal Soekarno bukan sebagai presiden melainkan Pangeran Asean. Hingga Marilyn Monrow langsung setuju ikut ke pesta bersama Joshua Logan ketika Logan menyebut nama Soekarno akan datang pada  perhelatan yang di gelar Eric Allen Johnston (Presiden Motion Picture Association of America) di The Beverly Hills Hotel yang dikenal sebagai "The Pink Palace," sebuah hotel mewah di Sunset Boulevard dan  berada di seberang Will Rogers Memorial Park dan Greystone Mansion tempat pesta para Jet Set Amerika. Untuk seorang tokoh tersohor  mendunia dan terkenal pula romantismenya, bukan tanpa literasi, menjadi besar dan ditakuti. Sosok tak ada duanya,  selalu melahap sepak terjang tokoh tokoh akbar dari dunia barat sampai ahli pikir dari Dunia Timur. Soekarno yang sangat  mengagumi buah pikir Mahatma Gandhi, Jose Rizal, Sun Yat Sen, Must  terus mengasah diri dari literasi tentang Presiden Amerika Serikat seperti Thomas Jefferson, George Washington, Abraham Lincoln; Perdana Menteri liberal Gladstone, suami istri sosialis Sydney dan Beatrice Webb dari Inggris juga tokoh-tokoh kiri Eropa seperti Otto Bauer, Max Adler, Karl Marx, Friedrich Engels, dan Lenin; serta para negarawan dari negeri menara Eiffel seperti Jean Jacques Rousseau, Aristide Briand, Voltaire, Georges Danton. Untuk menjadi orator ulung pun banyak belajar dari  Jean Jaures, orator terbesar dalam sejarah Perancis. Lalu bagaimana sampai banyak wanita bertekuk lutut? Karena kedudukan? Ganteng? Ah dambaan  bagi seorang wanita,  romantisme  dan sanjungan adalah mempunyai porsi lebih. Itu sangat dipahaminya hingga kata romantisme melekat dan  tak pelit sanjungan. Wanita dalam cintanya  diibaratkan sebagai Dewi.  Hingga dara dari Negeri Sakura , Naoko Nemoto pun merelakan diri menjadi istri ke 6 dan berganti nama menjadi Ratna Sari Dewi , sebuah nama yang dapat  di artikan sebagai permata cantik nan indah. Namun atas sepak terjangnya dengan para wanita wanita cantik, bukan tidak terhidang menu pers yang pahit. Ketika Soekarno  mengadakan pertemuan dengan Gina Lollobrigida secara khusus, pers Barat mencemoohnya sebagai “Don Juan from Asia”.   

Pada Pesta di The Beverly Hills Hotel yang menawarkan La Prairie Spa dengan layanan lengkap dan kolam renang terbuka yang indah ini  selain ada Polo Lounge dengan sajian makanan yang lezat, juga ada Cabana Café, di tepi kolam renang, Fountain Coffee Room bergaya 1950-an, dan Bar Nineteen 12, langsung hidup dengan kedatangan Soekarno. Kemudian saat mengetahui tamu yang namanya  tidak ada dalam dereten nama nama para undangan itu datang  dengan gaum super  seksi, pentil susu terlihat dengan jelas bagai cerutu yang siap untuk di hisap, Soekarno langsung meninggalkan tamu tamu penting juga aktor yang ia undang seperti Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan untuk menyambut kedatangan tamu tersebut di atas karpet merah. Dialah Marilyn Monroe yang ternyata juga adalah artis idolanya. Terinspirasi dengan kegilaan cerita cerita Donal tentang artis yang menjadi idola sang idola, Fifie datang dengan baju seksi ke kawasan minapolitan Ikan Hias Koi, Blitar yang selalu cetar membahana dan memberi keharuman atas sejarah pendiri Republik Indonesia, Ir. Soekarno dan kini menjadi terkenal pula dengan pembudidayaan Ikan Koi yang dapat menghasilkan  sekitar 500 Juta Ikan Koi pertahun. Penampilan Fifie yang sensasional itu  bukan hanya membelalakan mata setiap orang yang memandang melainkan juga  sahabat penjemputnya.  

      “Fie, ini Fifie?” Tanya Pupung yang mengawali bicara ketika menjemput Fifie di

bawah Ikan Koi sebesar 2 meter terbuat dari bahan fiberglass yang tampak hidup dengan detail yang sangat presisi karya anak bangsa Nirmana Art.

Pupung yang selama ini menyimpan cintanya untuk Fifie, sangat terkejut dengan perubahan drastis seorang Fifie. Tak sampai puluhan tahun sahabatnya itu di Amerika, pulang dengan gaya turis memakai cropped top dan celana jean sepaha, robek robek pula. Kepalanya dia tutup dengan topi dari jerami model wanita Amerika.

     “Bener loe Fifie?” Pupung Kembali melontarkan pertanyaan walau sebenarnya ia yakin itu Fifie dengan tahi lalat di pipi.

     “Tambun, yang loe minta seseorang berdiri dekat Ikan Koi raksasa ini siapa?” akhirnya kata Fifie sedikit kesal. Kata tambun yang terlontar dari mulutnya walau sedikit menyakitkan namun meyakinkan kalau itu benar benar Fifie sahabat lamanya.

     “Hehehe..gue kira miss Amerika kesasar ke Blitar.” Kata Pupung dengan gaya lucunya. Fifie menyibakan rambutnya ke belakang. Kemudian dua pasang bola mata dengan riasan mencolok, menengok ke kiri ke kanan.

     “Yang lain mana?”

     “Masih capek. Baru pulang antar Kalingga ke rumah sakit.”  

     “Kalingga sakit?”

     Pupung menganggukan kepalanya kemudian menceritakan kejadian musibah yang dialami Kalingga, Gadis Gowes itu mendapat musibah ketika mengikuti lomba balap sepeda  internasional "Tour de East Java".  Sepedanya tiba tiba tergelincir  dan Kalingga terguling hingga badannya memar dan kakinya terkilir cukup serius. Harus perawatan selain berobat medis juga secara tradisional disana. Lomba balap sepeda internasional yang selalu diselenggarakan oleh Yayasan Tour de East Java dengan target bumingnya pariwisata Jawa Timur, memang telah lama dinanti  Kalingga yang  berangan menjadi bagian dari para peserta dimana para peserta itu bukan hanya dari dalam negeri tapi juga mancanegara seperti  pembalap Asia terbaik dari OCBC Singapura, Terengganu , MBPJ Selangor dan Kuala Lumpur Cycling Team Malaysia, LBC Team Filipina, Polygon Australia, HongKong China Team, 7Eleven Filipina, Kazakhstan Cycling Team, LPGMA/American Vinyl Filipina, Timnas Taiwan, Tabriz Petrochemical Iran, CCN Team Brunei Darussalam, serta Team Track Astana Kazakhstan.

        “Kalingga tetap exsis menggowes untuk kejuaraan?”

        “Selepas kuliah, dia Kembali focus menggowes sambal gawe.”

        “O…”

        “Ayo cepat naik!” Ujar Pupung menawarkan Fifie segera naik di boncengan sepeda onthel yang dibawanya itu, Tentu saja Fifie sangat terkejut. Mana mungkin dia harus duduk di Boncengan Sepeda Onthel. Pikirya. Dia pun tak serta merta naik melainkan terus memandang boncengan sepeda onthel itu.

Rupanya Pupung dapat menangkap apa yang di pikirkan Fifie.

     “Kenapa kaget? Amerika membuat loe lupa sama sepeda?” Tanya Pupung. Fifie terdiam.

     “Sudah cepat naik! Tuh lihat loe jadi tontonan gratis orang orang.” Lanjut Pupung. Setelah lama berpikir tak ada pilihan,  Fifie  mau tak mau  menempelkan juga  pantatnya di boncengan sepeda onthel yang dibawa Pupung untuk menjemputnya itu. Tangan kanannya berpegang pada perut buncit Pupung dan tangan kiri memeluk tas isi oleh oleh yang ia bawa untuk para sahabatnya itu. Dengan penuh senyum, Pupung meraup siang penuh ceria sambil menggowes sepeda onthel milik bapaknya Tedi yang ia pinjam. Terik yang menyengat oleh karena melewati hektare tanah penduduk yang disulap menjadi kolam kolam Ikan Koi, tak menyurutkan Pupung untuk terus menggowes diantara peluh di badan oleh beban yang ada. Apalagi tangan Fifie terus erat berpegang di perutnya dan mengajaknya mengobrol.

     “Ini Kampung Tedi?”

     “Bukan hanya kampungnya tadi tempat bisnisnya dia sekarang.”

     “Bisnis ? Maksudnya?”

     “Sudah setahun ini dia melanjutkan usaha budidaya Ikan Koi orang tuanya selama ini.”

     “Jadi, selama ini orang tua Tedi pembisnis Ikan Koi?”

     “Cerita Tedi awalnyanya bukan tapi begitu melihat prospek bagus dari perkembangan Ikan Koi, mereka baru mulai bergelut dengan ikan jenis ikan mas ini.”

     “Kenapa kita nggak pernah di kasih tau ya?”

     “Itulah..waktu dia undang kita pada perdana dia langsung bisnis Ikan Koi , Bernad dan Gue mengangkat  badannya lalu menceburkan dia ke kolam Ikan Koi nya. Hahahha..”

      “Hahaha…seru dong.”

      “Sangat seru. Karena nggak lama Kalingga dorong gue dan Beb dorong Bernad ke kolam juga. Kita bertiga berenang sama Ikan Ikan Koi. Hahaha” Pupung tertawa geli mengingat apa yang terjadi pada pembukaan perdana bisnis Koi Tedi begitu juga dengan Fifie. Dia membayangkan keseruan sahabat sahabatnya itu kecebur ke kolam Ikan Koi. Usai mereka tertawa, Pupung mempertanyakan keberadaan Fifie yang bagai di telan bumi setelah berangkat ke Amerika. Hubungan persahabatan sekian tahun terjalin dilupakannya.

     “Loe kenapa begitu saja menghilang setelah ke Amrik? HP off!” tanya Pupung yang membuat Fifie gelagapan.

      “Gue sibuk bro.”

      “Sesibuk sibuknya loe kuliah, memang jari loe kaku sekedar just hello?”

Fifie terdiam.

      “Jujur saja deh! Kenapa dan ada apa?” cecar Pupung. Namun Fifie mengeluh pegel dengan oleh oleh di pangkuannya.

      “Aduh Pung, oleh oleh ini berat banget. Pegel. Apa masih jauh rumah Tedi?”

Pupung pun minggir dan menghentikan sepedanya. Oleh oleh yang dibawa Fifie memang cukup banyak. Pupung pun mengajak Fifie istirahat sebentar di sebuah warung kopi pinggir jalan itu. Kemudian memesan 2 gelas teh es.

     “Jujurlah Fie,  loe kenapa begitu saja menghilang tanpa ada kabar sekalipun padahal apa yang ada di tangan loe bisa menjangkau gratis walau kita lain benua.” Pupung tetap penasaran dengan membisunya Fifie.

     “Ceritalah..apa ada yang salah diantara kita?” Tanya Pupung kembali. Fifie mencoba mengangkat kepalanya yang sejak tadi merunduk sambal memainkan hp di tangannya.

      “Pentingkah cerita gue?”

      “Penting lah agar semuanya jelas!”

      “Baik. Tapi sekarang bukan waktu yang tepat gue cerita.”

      “Ok. Lets’ go!” Pupung kembali mengajak Fifie untuk naik sepeda gelas es the itu sudah kosong melanjutkan perjalanan di perkampungan budidaya Ikan Koi.   Dulu, sebelum Ikan Koi ngehit, kolam kolam  itu adalah persawahan. Namun adanya keberhasilan salah satu dari mereka dalam budidaya Ikan Koi, rame rame para petani padi itu mengorvensi sawahnya menjadi kolam Ikan Koi oleh sebab budidaya Ikan Koi menghasilkan pendapatan lebih besar dari pertanian padi. Namun karena

Jepang,  sudah sejak awal abad ke-19 dalam mengembangbiakan, dalam pasar Jepang lebih unggul.  Ikan Koi yang menurut mereka adalah  simbol cinta dan persahabatan,  termasuk jenis ikan mas (Cyprinus Carpio) ini juga di percaya sebagai ikan hias yang memberi keberuntungan pemiliknya. Sangat jinak serta mempunyai ornament kulit yang indah mempesona dibanding kerabatnya, ikan mas. Dengan pola umum putih, hitam, merah, kuning dan biru. Variannya sendiri lebih dari 20, sehingga hanya ketekunanlah yang akan membuat para petani pembudidaya Ikan Koi dapat merasakan hasil gemilang dari panen dengan harga jual fantastis, di atas Rp 1 juta. Ya, walau harga “fantastis” disini  jauh jika dibanding dengan ikan ikan Koi asal negeri tirai bambu, namun bayangkan jika dalam 1 kolam dengan ukuran 600 meter berisi 100 lebih ikan Koi yang rata ratanya dapat di jual Rp 1 juta,  berapa keuntungan yang di dapat ? Namun tidak semua daerah dapat membudidayakan Ikan Koi. Sebab kriteria untuk berhasilnya mengembangbiakan Ikan Ikan Koi, selain lahan harus luas juga  mempunyai sumber air yang yang cukup dan tidak pernah mengalami kekeringan walau di musim kemarau. Adalah Sukabumi yang lebih awal dalam budidaya Ikan Koi dari pada Blitar namun jika dibandingkan warna ornament yang ada pada ikan ikan Koi, ikan Koi Blitar lebih cetar hingga di setiap kontes ikan Koi, kerap kali menang.

     “Nah, sekarang kita sudah sampai.”  Kata Pupung setelah menggowes lebih dari 1 kilo meter.

    “Ups, pinggang gue lumayan pegel, cuy!” Fifie loncat dari boncengan dan merasakan pinggangnya sangat pegal dengan  memangku beban cukup banyak.

Melihat Pupung datang, Tedi, Bernad , Beb dan Kalinggga menghambur keluar. Namun begitu melihat Fifie dengan gaya Amerikanya, semua tercengang. Begitu dasyat Amerika merubah penampilan Fifie yang biasanya memakai kemeja atau kaos kaos dan baju baju sopan, kini jeans robek di atas paha dan kaos tipis di atas pinggang. Fifie hanya cengar-cengir melihat para sahabatnya tercengang. Lalu dengan santai serta cuwek menghampiri para sahabatnya tanpa canggung lalu memeluk satu persatu para sahabatnya.  Suasana pun cair oleh cerita Pupung bagaimana ketika ia menjemput dan membonceng Fifie dengan diselingi lawakan. Selesai melawak, melirik paha Fifie lalu menelan ludah. Bernad tertawa dibuatnya. Namun Fifie cuwek lalu mengeluarkan isi tas. Ada  Idaho Spud, perpaduan antara permen cokelat, marshmallow dan kelapa, kaos dan topi  bertuliskan  “I Heart NY” juga kaos bertulis “Heart of Dixie”. Melihat kaos dan topi, merekapun berebut warna. 

     “Ternyata loe masih ingat ya sama kita-kita.” Celetuk Beb.

     “Padahal ratusan kali gue kirim chat dan foto nggak pernah dibuka apalagi di balas.” Lanjutnya.

     “hahaha sudah lah Beb, yang penting kita sekarang kumpul komplit.”  Kata Tedi.

     “Penasaran aja gue..”

     “Dari pada loe penasaran, lebih baik makan nih permen.” Bernad menyodorkan permen ke bibir Beb. Mau tak mau Beb membuka mulutnya.

     “Wow, enak banget.” Teriak Beb setelah permen itu dilumatnya. Mendengar itu rame rame mengambil permen Idaho Spud. Fifie tertawa. Lalu katanya,

    “Enak kan?”

Bersambung...........

Halimah Munawir, novelis dan pengurus harian IWAPI Jakarta.

Komentar

Loading...