Forum DPRA Barat Selatan Soroti Kerusakan Jalan Nasional di Aceh

Forum DPRA Barat Selatan Soroti Kerusakan Jalan Nasional di Aceh
Anggota DPR Aceh dari Barsela foto bersama dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 1 Aceh Ahmad Subki usai pertemuan di halaman kantornya, Selasa (23/10/2019). Ist

CAKRADUNIA.CO,  Meulaboh – Anggota DPRA dari dapil 9 dan 10 barat selatan Aceh melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 1 Aceh di Jalan Sudirman, Geuceu Banda Aceh, Selasa  (22/10.2019)

Anggota DPR Aceh yang hadir masing-masing, Ir. Azhar Abdurrahman, Tarmizi SP., Fuadri SE.,Edi Kamal.,Hendriyono, Zainal Abidin dan Zaini Bakri.  Kedatangan mereka menyoroti kerusakan  jalan nasional, peningkatan  jalan, redisgn jalan. 

Karena, selama ini, sebut mereka, seringnya sekali lahir berbagai insiden kecelakaaan lalu lintas dan hambatan di jalan raya, terutama di kawasan proyek vital di PLTU  Nagan Raya dan kawasan PT. Mifa Bersaudara di Aceh Barat.

Salah seorang anggota DPR Aceh Fuadri, S. Si. M.Si kepada cakradunia.co menjelaskan, jalan yang rentan rusak di barat selatan Aceh merupakan kawasan proyek vital nasional karena tingginya aktivitas pengangkutan material batu bara yang dibarengi dengan lalulintas umum, baik pengakutan barang maupun orang, sehingga kapasitas kawasan tersebut tidak memadai dengan kebutuhan. 

“Menurut amatan kami, pondasi jalan lintas barat ke selatan yang di bangun oleh bantuan loan Jerman pada tahun 1980, tidak sesuai lagi kapasitas saat ini. jika dulu beban pondasi jalannya hanya untuk 40 ton, tetapi saat ini meningkat kapasitasnya dilalui oleh truk bertonase 60 ton bahkan sampai dengan 75 ton. Beban pondasi jalan dan ketebalan aspal tidak memadai lagi, sehingga sering kerusakan dan berlobang-lobang,” jelasnya 

Akibat kerusakan  yang melahirkan lobang  di jalan, sebutnya, sering terjadi kecalakaan dan jatuh korban jiwa.

“Seperti informasi yang kami terima,  pada minggu ini secara beruntun terjadi kecelakaan di sana dan ada yang jatuh korban jiwa,”kata Fuadri prihatin.

Kehadiran Anggota DPRA ke Kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional untuk mendesak  dilakukan  perbaikan,  sebagai persoalan emergency, harapan anggota DPRA dapat menurunkan angka kecelakan di kawasan proyek vital tersebut.

Pihak Kepala Badan Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 1 Aceh, kata Fuadri, menanggapi dan merespos dengan baik. Mereka berjanji segera akan menanganinya jalan-jalan yang dinilai sudah mengundang kecelakaan itu. 

DPRA mendorong Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah1 Aceh, agar kawasan padat lalulintas  dari Gampong Mereubo sampai ke Gampong Suak Puntong dapat di perlebar badan jalan.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 1 Aceh Ahmad Subki mengatakan , jika tanah sudah bebas dan clear semua dan sudah diserahkan oleh Pemerintah Aceh kepihaknya.Baru mereka bisa mengerjakan perluasannya, sehingga tidak ada lagi hambatan dalam  pengerjaannya.

“Jika tanah sudah dibebaskan dan clear semua, kami siap melaksanakannya,”kata Ahmad Subki kepada anggota DPR Aceh yang menemuinya.

Mantan Bupati Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman mangatakan, untuk perluasan badan jalan perlu di redisgn kembali untuk jangka panjang, agar di rencanakan perluasan sampai RoW 30 meter sehingga ada saluran air  dan bahu jalan serta median jalan yang cukup, akses pergerakan dapat di lalui setiap belahan dengan3 lintasan mobil.

“Mengingat kawasan tersebut tingginya kapasitas  lalulintas, baik kebutuhan industri proyek vital  PLTU dan PT. Mifa Bersaudara,  juga akses ke ibu kota Meulaboh dan Nagan Raya serta ada dua kampus, yaitu UTU dan STAIN. Maka, penting jalan nasional tersebut perlu segera ditingkatkan,” ujar politisi dari Partai Aceh ini serius.

Sedangkan T.R.Keumangan menyoroti  jalan  lintas Ulee Jalan Beutong Bawah ke Beutong Ateuh yang juga perlu segera ditangani, Kepala BPJN Wilayah 1; mengatakan jalan tersebut merupakan akses status jalan nasional yg menguhubungkan dua Ibu kota kabupaten, antara Nagan Raya dan Takengon.

“Jalan tersebut pada tahun 2020 akan ditingkatkan dan proyek tersebut akan di tender tahun depan,”kata Kepala BPJN Wil 1 Aceh Ahmad Subki.

Sementara Zaini Bakri mempertanyakan, kenapa badan jalan nasional yang sudah dibangun di kawasan Lamno dibangun tidak rata  alias bergelombang, sehingga dapat mengundang kecelakaan bila kenderaan melaju kencang. 

Zainal Abidin yang sudah dua periode menjadi anggota DPRA, mempertanyakan, kenapa jalan provinsi dari Meulaboh - Tutut - Geumpang tidak ditingkatkan menjadi jalan nasional,  agar dapat ditangani  dengan anggaran besar, mengingat kemampuan dana Aceh tidak memadai. Padahal jalan Tutut - Geumpang ini sering  longsor, sehingga banyak insiden kecelakaan terjadi. 

“Peningkatan jalan Tutut - Geumpang  sangat penting agar akses penumpang  dan barang dapat lancar, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat,” ujar politisi PKS

Hendriyono, anggota DPRA  dari dapil 9, menyoroti jalan Trumon, Aceh Selatan  – Subussalam yang hingga kini belum ditangani,.padahal  bahu jalan  sudah lama  menurun. Kepala BPJN Wilaya I Aceh, Ahmad Subki langsung merespon dan mengatakan dia sudah menerima surat dari Bupati Singkil tentang adanya jalan mangkrak enam tahun yang telah pernah mengirim surat ke presiden dan Ahmad Subki dijanjikan tahun  2020 jalan tersebut akan dibangun.

“Forum DPRA Barat Selatan secara kolektif terus akan memperhatikan  kawasan Barsela secara bersama-sama. Muda-mudahan kedepan kami bersama akan menyoroti pembangunan jalan lintas Gunung Paro - Kulu dan Geurutèe, sehingga transportasi lancar dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan rakyat bisa sejahtera,” tutup Azhar Abdurrahman. 

Fitriadilanta

Komentar

Loading...