FGM Kecam & Tuntut Penyebar Video Fitnah Kepala SLB Vokasional Muhammadiyah

FGM Kecam & Tuntut Penyebar Video Fitnah Kepala SLB Vokasional Muhammadiyah
Ketua FGM Bireuen, Rizki Dasilva SPdI MA

CAKRADUNIA.CO, Bireuen - Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Bireuen, Rizki Dasilva SPdI MA mengecam dan menuntut menyebar video fitnah atas Kepala SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, Istiarsyah. Kepala SLB itu dituduh mencuri uang calengan di masjid Alue Bili, Kecamatan Bakhtiya Utara.

Rizki Dasilva juga mendorong Istiarsyah untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak yang telah menyebar video tersebut. 

"Saya kaget setelah mendengar berita bahwa Pak Istiarsyah dianggap mencuri caleng masjid. Saya sempat menonton video berulang kali, langsung menelpon beliau memberi dukungan emosional dan memberi beberapa saran. Sehingga keadaan kembali normal," sebut Rizki Dasilva, Senin (3/8/2020).

Sebagai sahabat dekat Istiarsyah dan sama sama pengurus FGM, Rizki Dasilva ingin mengklarifikasi video di akun instagram AcehWorldTime (AWT) yang sudah dihapus, namun sudah terlanjur beredar luas, bahkan di youtube. 

Menurut Rizki yang juga Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen, akibat video tersebut berdampak pada psikologi anak dan istri Istiarsyah. 

"Walaupun pelaku sudah menghapus video tersebut dan meminta maaf kepada beliau, namun fitnah ini sudah beredar luas. Dan saya menyarankan agar tetap melaporkan ke pihak berwajib agar menjadi efek jera serta menjadi pelajaran bagi siapa pun. Apalagi komentar komentar dari video itu sangat tidak berprikemanusiaan," katanya. 

Kandidat Doktor di UPSI Perak Malaysia ini menambahkan, bagaimana mungkin seorang yang berjiwa sosial, pendidikan tinggi, guru yang baik mengajarkan anaknya mencuri kotak amal. 

"Masyarakat kita memang sangat latah, banyak yang tanpa tabayyun. Apa gak mikir bagaimana meminta maaf dosa dosa lisan yang terlanjur terucap karena dipengaruhi fitnah," ujarnya. 

Kepada cakradunia.co, Senin (3/8) Rizki menyampaikan kronologi sebenarnya. 

Pada hari Rabu (29/7/2020), katanya, Istiarsyah pulang ke kampungnya di Sungai Raya dan singgah di masjid Alue Bili Kecamatan Baktya Utara menunaikan salat dzuhur. Saat itu anaknya mengangkat celeng kayu berwarna hijau yang ternyata celeng itu kuncinya sudah rusak dan di dalamnya ada sejumlah uang. 

Istrinya minta  suami memasukan saja uangnya ke celeng lain, karena celeng tersebut sudah rusaknya, sehingga uanganya aman.

"Lalu beliau dan putrinya memasukkan uang itu ke dalam celeng yang satunya lagi. Setelah selesai beliau minta anaknya untuk meletakkan celeng yang rusak ke belakang mimbar dengan tujuan agar orang-orang yang bersedekah tidak memasukkan uang lagi ke celeng yang rusak tadi," jelas Rizki Dasilva. 

"Pak Istiarsyah aset Aceh masa depan, beliau salah satu generasi Aceh yang menempuh S3 pendidikan khusus. Bahkan beliau salah satu narasumber nasional melatih guru-guru SLB di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Zulkifli

Komentar

Loading...