Fachrul Razi Warga Bireuen Meninggal Mendadak di Warung Nasi Banda Aceh

Fachrul Razi Warga Bireuen Meninggal Mendadak di Warung Nasi Banda Aceh
Jenazah alm Fachrul Razi, pedagang yang meninggal saat makan siang di sebuah warung Peunayong, Banda Aceh, Senin (25/5/20) sedang dievakuasi oleh tim medis RSUZA yang mengenakan APD.Foto/Ist

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Fachrul Razi, pedagang kelahiran Cot Gapu Bireuen, warga Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh meninggal dunia secara mendadak ketika sedang makan siang di salah satu warung nasi di Peunayong, Banda Aceh, Senin (25/5/2020) siang.

Peristiwa di tengah pandemi covid-19 itu sempat menghebohkan warga di sekitarnya dan mereka tidak berani mendekat..

Almarhum diduga menderita riwayat penyakit komplikasi, mulai jantung, kolestrol, dan lambung. Pihak keluarga yang sudah mengetahui meninggal alm sudah mengikhlaskan kepergian korban dengan tidak mengizinkan pihak kepolisian untuk memvisum ketika alm dibawa ke RSUZA Banda Aceh.

Menurut Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dizha Fezuono, SIK, Selasa (26/5/2020), korban meninggal sekitar pukul 12.45 WIB, saat makan siang di salah satu warung nasi di Peunayong.

Korban datang ke warung itu sekitar pukul 12.30 WIB untuk makan siang, setelah memesan nasi dan meminta segelas air minum hangat dia sempat mengatakan bahwa dirinya sedang sakit.

"Baru beberapa suap korban memakan nasinya, tiba-tiba saja dia terjatuh dari tempat duduknya ke lantai, Ishak Abubakar (38) pemilik warung langsung memeriksa urat nadi di bagian leher korban dan ketika itu sudah tak berdenyut lagi, diduga korban saat itu sudah meninggal dunia,” Kapolsek Dizha Fezuona Dizha.

Setelah itu, sebut Dizha, pemilik warung Ishak langsung menghubungi Keuchik Gampong Peunayong dan menceritakan hal itu hingga kabar itu pun sampai ke Polsek Kuta Alam. Begitu mendapat kabar tersebut, pihaknya langsung menuju ke lokasi dan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang police line (garis polisi).

Karena sedang dalam kondisi Pandemi Covid-19 untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya pihaknya meminta bantuan petugas medis RSU Zainoel Abidin datang dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk mengevakuasi jasad korban ke RSU Zainal Abidn.(SI)

Komentar

Loading...