Enam Cabang IWPG Gelar Pertemuan Tahun Baru

Enam Cabang IWPG Gelar Pertemuan Tahun Baru
85 peserta yang mengikuti pertemuan IWPG tahun baru secara daring.Ist

CAKRADUNIA.CO – Enam cabang IWPG, masing-masing cabang Gyeonggi Seoul Selatan, Los Angeles, Washington D.C., Hong Kong, Indonesia, dan Filipina gelar pertemuan tahun baru secara online yang dikuti 85 peserta.

Anggota dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Guatemala, Kolombia, Peru, Chile, El Salvador, Jepang, Indonesia, Filipina, China, Jepang, Rusia, Ukraina, dan Nigeria turut serta dalam acara tersebut yang digelar pekan lalu.

Pada paruh pertama acara dipaparkan visi, misi, dan rencana IWPG untuk tahun 2021 dengan slogan 2021 “Perempuan yang Memimpin Perdamaian” mengandung tiga nilai inti; Hidup Berdampingan, Pemulihan, dan Komunikasi.

Setiap cabang juga berbagi tekadnya untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian dengan bekerja sama organisasi dan individu di tingkat internasional, nasional, dan lokal.

Paruh kedua acara mencakup pidato lima anggota terkemuka yang berbicara tentang topik: “Peran Perempuan dalam Memerangi Covid-19 dan Pemulihan dalam Komunitas: Tantangan yang Dihadapi Wanita sebagai Pengasuh di Tengah Pandemi.”

Dalam pidatonya, anggota cabang Filipina, Erlinda Olivia Tiu menyatakan, perempuan akan paling terpukul oleh pandemi ini, tetapi mereka juga akan menjadi tulang punggung pemulihan di masyarakat. Dia beralasan, populasi wanita yang berdaya akan berarti berdaya, keluarga yang damai, dan negara yang diberdayakan.

Banyak anggota dan peserta juga mengungkapkan penghargaan mereka atas upaya perdamaian organisasi yang sedang berlangsung di tengah pandemi.

"Saya senang bisa menghadiri dan mempelajari lebih lanjut tentang IWPG. Saya terdorong untuk melihat orang lain dari seluruh dunia mempromosikan perdamaian. Apa yang saya ambil dari webinar adalah gagasan bahwa jika semua orang secara kolektif bekerja untuk mempromosikan perdamaian, itu akan berdampak positif. Kedamaian mungkin terjadi jika kita semua bekerja sama untuk itu,” kata Sarah Campbell, seorang guru sekolah menengah di Amerika Serikat sebagai peserta pertemuan ini.[re]

Komentar

Loading...