Eksistensi Pancasila dan Perspektif Masyarakat di Era Globalisasi

Eksistensi Pancasila dan Perspektif Masyarakat di Era Globalisasi
Ilustrasi.net

Berdasarkan falsafah Pancasila, manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, daya pikir, dan sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta, dan penciptanya. Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa, dan karya untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya dari generasi ke generasi (Sumarsono dkk 2007). Pancasila merupakan dasar Negara bagi Negara kita. Sebagai dasar Negara, Pancasila lahir berdasarkan nilai-nilai budaya yang terkandung sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Nilai-nilai tersebut lahir dan melekat secara tidak sengaja pada nenek moyang kita. 

Pancasila itu terdiri dari Panca dan Sila. Nama Panca diusulkan oleh Ir. Soekarno sedangkan nama Sila diusulkan oleh salah seorang ahli bahasa. Pancasila dirasakan sudah sempurna dan mencakup segala aspek pada Bangsa Indonesia. Setelah puluhan tahun lahirnya Pancasila dari tahun 1945 hingga saat ini, Negara di dunia mengalami pengembangan yang pesat dalam berbagai bidang kehidupan. Masuknya era globalisasi menjadikan bangsa dunia hampir tidak memiliki batas. Dampak baik dan buruknya globalisasi tentunya mari kita kaji bersama dengan melandaskan Pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat Idonesia dalam menghadapi segala permasalahan seiring perkembangan zaman. 

Kondisi bangsa saat ini mencerminkan adanya penyimpangan dari Pancasila tidak sesuai dengan nilai penalaran seharusnya. Namun masih ada upaya pelurusan kembali terhadap nilai-nilai Pancasila. Kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia di era globlalisasi, mengharuskan kita untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila, agar generasi penerus bangsa tetap dapat menghayati dan mengamalkannya dan agar intisari nilai-nilai yang luhur itu tetap terjaga dan menjadi pedoman bangsa Indonesia sepanjang masa. 

Ideologi Pancasila dan Revolusioner 

Perlu kita renungkan, Pancasila sebagai dasar Negara diwarnai oleh ketegangan, konflik, dan consensus bersama. Kondisi bangsa Indonesia yang dimasa kolonial selalu menempatkan warga Nusantara sebagai pihak yang terkalahkan banyak menginspirasi perumusan Pancasila. Para pendiri bangsa berhasil keluar dari rutinitas pandangan hidup bangsanya melalui penalaran dan kontemplasi yang brilyan (Hariyono, 2014). Kelemahan bangsa Indonesia yang nampak dalam menghadapi penguasa kolonial adalah lemahnya persatuan bangsa Indonesia. 

Perbedaan yang ada pada masyarakat sering dijadikan media pecah belah oleh penguasa kolonial. Warga pribumi di nusantara belum merasa dan menyadari dirinya sebagai sesama bangsa yang senasib dan seperjuangan. Sehingga beberapa tokoh pergerakan nasional, mulai dari Tan Malaka, Hatta dan Soekarno, melihat bahwa rasa senasib dan sepenanggungan sebagai bangsa inilah yang harus dikembangkan. Perlakuan ketidakadilan yang diterima masyarakat nusantara menginspirasi adanya penghormatan terhadap ketidakadilan masyarakat pribumi yang diperlakukan tidak manusawi menuntut adanya penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Secara kodratnya manusia memiliki hak dan martabat yang sama. 

Setiap bentuk pemikiran, sistem hingga tindakan yang tidak menghargai dimensi kemanusiaan dan keadilan bertentangan dengan prinsip Pancasila. Di alam prinsip Pancasila tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan agama, ras, warna kulit atau budaya. Pandangan Pancasila mengakui adanya pluralism yang memungkinkan berkembangnya suatu nasionalisme yang inklusif. Kehidupan masyarakat yang cukup memprihatinkan dari masyarakat pribumi akibat pemiskinan dan pembodohan oleh sistem kolonialisme, imperialisme, dan kapitalisme. 

Hanya melalui sistem yang humanis dan adil masyarakat Indonesia berpeluang untuk memperoleh kemakmuran. Masyarakat yang adil dan makmur bukanlah suatu mimpi yang diwujudkan tanpa dasar. Pancasila dirintis untuk menggapai tatanan masyarakat yan adil dan makmur. Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmurakan terwujud jika masyarakat Indonesia terus mewarisi dan mengembangkan nilai-nilai luhur yang digali dari dari sumber religioitas. 

Ideologi Pancasila dan Perspektif Global

Pancasila merupakan dasar Negara dan pandangan hidup bangsa Indoesia. Sebagai dasar Negara, Pancasila dijadikan sebagai dasar dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai dasar Negara diwujudkan dalam hukum nasional Indonesia, dimana Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum yang ada di Negara Indonesia. Sedangkan sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila dijadikan sebagai tuntunan bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan seharihari.

Sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana idelogi-ideologi lain di dunia. Namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara, dengan lain perkatan unsur-unsur yang merupakan materi (bahan) Pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri, sehingga bangsa ini merupakan kausa materialis (asal bahan) Pancasila (Kaelan dan Achmad Zubaidi, 2007). Ideologi berkaitan dengan tertib sosial, dan tertib politik yang ada, berupaya untuk secara sadar sisteatis mengubah, mempertahankan tertib masyarakat. 

Suatu pemikiran mendalam, menyeluruh, menjadi ideologi apabila pemikiran, gagasan gagasan tersebut secara praktis difungsikan ke dalam Lembaga lembaga politik suatu masyarakat, suatu bangsa, suatu Negara (Suparlan, 2012). Pancasila sebagai ideologi nasional mengatasi faham perseorangan, golongan, suku bangsa, dan agama. Sehingga semboyan ‘Bhineka Tungga Ika’ diterapkan bagi segala masyarakat Indonesia dalam kesatuan yang utuh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai ideologi nasional berupaya meletakkan kepentingan bangsa dan Negara Indonesia ditempatkan dalam kedudukan utama di atas kepentingan yang lainnya. 

Kedudukan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia, tercantum di dalam pembukaan UUD 1945 sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang haus dilaksanakan secara berkesinambungan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, keyakinan, dan nilai-nilai bangsa Indonesia yang harus diimplementasikandalam kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Penulis Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Komentar

Loading...