Edi Saputra: Terinspiri Google, Saya Buat Rak Wadah Cuci Tangan

Edi Saputra: Terinspiri Google, Saya Buat Rak Wadah Cuci Tangan
Edi Putra bersama pekerjanya sedang siap-siap mengantar rak wadah cuci tangan produk mereka ke pelanggan, Senin (17/8). Foto/cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Masa pandemi Covid-19 yang sudah hampir enam bulan di Aceh banyak usahawan, sehingga  mem-PHK-kan sebagian karyawannya atau bahkan guling tikar alias harus menutup usahanya.

Cerita itu dialami hampir semua pengusaha di dunia, termasuk Indonesia dan pasti dialami oleh pengusahan di Aceh – baik pengusahan besar, menagah sampai kepada pegusaha kecil.

Salah satu dialami oleh Aipda Edi Saputra, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, yang sehari-hari membuka usaha sampingannya diluar jam dinas sebagai pengusaha muda di bidang bengkel las.

Masa pendemi sempat down karena tidak ada orderan (pembeli), namun Edi terus berusaha dan berinovasi serta memberi contoh kepada para milineal agar tidak berputus asa dengan tetap bertahan dan berfikir kreatif agar terus mencari peluang usaha dimasa sulit seperti ini.

Ketika ditemui cakradunia.co, Senin (17/8/2020), Edi Saputra menceritakan bagaimana usaha  bengkel lasnya yang dibuka sejak tahun 2014 lalu yang diberi nama Bhabinkamtibmas terus berproses untuk mengembangkan usahanya. Dia akui, dalam perjalanan mengembangkan usaha banyak yang tidak bisa ditebak dan pasti ada berbagai kendala yang harus dihadapi. 

Aipda Edi Saputra. Foto/cakradunia.co/Rachman

Edi Putra, begitu sapaan akrabnya, menceritakan dengan membuka usaha bengkel lasnya, dia bisa memberikan pekerjaan kepada sejumlah pemuda, menjadi tempat magang bagi siswa SMK dan juga membuka les pelatihan pengelasan.

"Ini salah satu arti mengisi kemerdekaan bagi saya, bisa memberikan kesempatan  kepada pemuda untuk lebih terarah dan terhindar dari perilaku yang meresahkan masyarakat. Untuk itu, mari kita berdayakan pemuda untuk kearah yang lebih baik," ungkapnya optimis.

Ketika mulai merasakan usahanya seret dan order mulai berkurang. Namun, suatu hari  dia mendapat inspirasi dari google dan juga dari media informasi lain serta sejumlah pelanggan meminta dia untuk membuat rak wadah pencuci tangan – lalu Edi bersama pekerja mulai mendesain berbagai bentuk rak yang minimalis.

Akhirnya dia mendapat orderan dari desa, rumah, toko, kantor dan lain-lain, sehingga dia bisa menambah tenaga kerja lagi. Ini sebuah rahmat yang tak diduga-duga oleh Edi.

"Situasi pandemi sempat membuat saya down,  karena memiliki tenaga kerja yang punya keluarga tak bisa saya bantu biaya hidup mereka, kalau sampai saya harus tutup usaha ini. Alhamdulillah sekarang bisa memberikan gaji untuk karyawan saya,”katanya senang.

Sebelum corona, penghasilan bengkelnya perbulan relatif besar, orderan banyak apalagi musim-musim proyek dari bulan Juli sampai Desember perbulannya Edi bisa dapat pemasukan antara Rp 10 sampai Rp 15 juta perbulan.

“Saya mengharapkan kepada pengusaha milenial, jangan langsung putus asa akibat pandemi covid-19. Tapi terus berjuang dengan membuat inovasi dan kreatifitas. Karena, awalnya saya begitu juga. Tapi coba berinovasi, kira kira apa yang bisa kita buat masa pandemi untuk menambah usaha kita lebih maju,”urai Edi Putra panjang lebar.

Rachman

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...