Dua Polres Mediasi Tim Youtubers Nagan Raya dengan Pemuda Aceh Barat

Dua Polres Mediasi Tim Youtubers Nagan Raya dengan Pemuda Aceh Barat
Perwakilan YouTubers asal Nagan Raya, Adi Maulana dan perwakilan warga Aceh Barat Rahmat Ozer memberikan keterangan kepada polisi terkait konten vidio yang telah viral tersebut. Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

Ketua DPRK: Harus proses hukum

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Polres Nagan Raya bersama Polres Aceh Barat memediasi  tim YouTubers Nagan Raya dengan pemuda Aceh Barat terkait konten vidio pelecehan dan penghinaan warga Meulaboh yang sempat viral di media sosial sejak Selasa dua hari lalu. 

Dalam mediasi di halaman belakang Polres Aceh Barat, tim YouTubers asal Nagan Raya didominasi anak-anak muda usia SLTA dan mahasiswa tingkat pertama terdiri dari putra dan putri datang ke polres Meulaboh didampingi Kasat intelkam Nagan Raya Ipda.M.Putra Yoni sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (9/4/20)

Tim mediator yang dipimpin langsung oleh Waka Polres Aceh Barat Kompol M.Zainuddin,SH didampingi Kasat intelkam setempat Iptu.Alwafi S.Mufid, SIK menjelaskan bahwa inisiatif dari aparat kepolisian dari kedua polres untuk menyelesaikan masalah konten vidio yang terlanjur beredar dan menyakiti warga Meulaboh, pembuat mengaku salah dan khilaf serta meminta maaf secara bersama 

Kasat intelkam Polres Nagan Raya Ipda.Putra Yoni  dalam kesempatan tersebut menjelaskan,  tujuan datang ke Polres Aceh Barat untuk mohon maaf, pemuda di YouTubers itu berada dari Nagan raya semoga permohonan diterima

"Kita tidak lagi bicara ke belakang, moga permohonan maaf ini di terima di Aceh Barat" Putra Yoni.

Ketika polisi memediasi pemuda Aceh Barat dan tim YouTubers asal Nagan Raya di halaman belakang Mapolres Aceh Barat, Kamis (9/4/2020). Foto/Cakradunia.co/Fitriadilanta

Ikatan Pemuda Nagan Raya (IPNR) Ishani dalam kesempatan tersebut dipersilahkan oleh Waka Polres untuk berbicara, dirinya juga meminta maaf atas kesalahan pemuda di YouTube tentang penghinaan dan konten vidio yang telah melukai orang banyak 

"Semoga tidak mengurangi  lagi hal seperti itu, jangan asal siar vidio di sosmed, ingat UU ITE, saya mohon maaf kepada masyarakat Aceh Barat seluruhnya," ujar aktifis bernada kesal ke anak muda yang terkesan kurang etika itu.

Mewakili warga Aceh Barat, Rahmat Ozer dengan nada tinggi dan perlahan menahan emosi menjelaskan,  akibat adik-adik mencari duit di YouTube telah melukai warga Meulaboh, ini faktor telat berpikir sepertinya tidak berpendidikan. Kenapa harus melecehkan, padahal kita pada dasarnya semua sama.

Rahmat dengan tegas mengatakan tidak mempermasalahkan Nagan Raya, hanya akun YouTube Indatu Projek mesti diproses hukum, terserah siapapun yang bertanggung jawab di dalamnya.

"Akun YouTube harus diproses, adek-adek aman kami  tidak ingin mereka dipenjarakan,  terkait minta maaf , silahkan  pada media massa jangan pada kami," katanya.

Terkait persoalan damai, Rahmat menyatakan akan musyawarah dulu dengan DPRK, jika para tokoh dan orang tua telah ada sebuah kesimpulan, maka akan ikuti saja.

“Untuk sementara akun YouTube diproses dulu, walaupun kemarin laporan kami sempat ditolak di Polres Aceh Barat,” ungkapnya

Perwakilan YouTubers Indatu Projek, Adi Maulana, dihadapan aparat kepolisian, wartawan dan perwakilan pemuda dua kabupaten menjelaskan, akun YouTube Indatu Projek milik bersama bukan milik perseorangan, kami mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan karena telah menayangkan konten vidio tidak menyenangkan warga Meulaboh.

Menurutnya, video itu tidak bermaksud menghina hanya membalas akun Lem To saja, setelah ujicoba tayang ternyata menuai komplain sehingga kami berinisiatif menghapusnya hari itu juga.

Dijumpai usai pertemuan, Waka Polres Aceh Barat Kompol.M.Zainuddin, SH kepada media menjelaskan, setelah di mediasi namun tidak ada titik temu, karena tuntutan perwakilan warga Aceh Barat tetap proses hukum akun YouTube Indatu Projek

"Iya, kita akan lanjut ke proses hukum, namun harapan kita  jangan ribut, penyelesaian tergantung para pihak, karena ini pidana silahkan dibuat laporannya," katanya

Tak lama berselang lama, salah seorang perwakilan warga Aceh Barat  Maulidar langsung menuju ruang SPKT polres setempat yang letaknya didepan dekat pintu masuk guna membuat laporan terhadap akun YouTube tersebut.

Pertemuan eksekutif, legislatif dan yudikatif di ruang Ketua DPRK Aceh Barat, Samsi Barmi, Kamis (9/4/20).akun Facebook ketua DPRK

Ketua DPRK: Harus proses hukum.

Selang satu jam usai pertemuan di polres Aceh barat, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten ( DPRK) telah menggelar rapat koordinasi di ruang ketua dengan melibatkan Kapolres, Eksekutif dan Legislatif.

Ketua DPRK Aceh Barat, Samsi Barmi usai pertemuan kepada media, Kamis (9/4/20) menjelaskan, berdasarkan hasil rapat, kami berkesimpulan agar kasus tersebut dilanjutkan ke proses hukum

"Buat sementara kami telah sepakat agar masalah pelecehan Meulaboh di proses secara hukum, itu kesimpulan kami," katanya tegas

Dampak dari akun YouTube tentang konten vidio penghinaan warga Meulaboh, telah menuai reaksi warganet di media sosial, antara yang memaki, meredam dan mengancam pemuda pembuat rekaman tersebut.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...