Dr Danial Dilantik Jadi Rektor IAIN Lhokseumawe

Dr Danial Dilantik Jadi Rektor IAIN Lhokseumawe
Dr Tgk H Danial, M.Ag. Ist

CAKRADUNIA.CO, Lhokseumawe – Dr Tgk H Danial, M.Ag dilantik oleh  Menteri Agama (Menag) RI,Yaqut Cholil Qoumas sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe Masa Jabatan 2021-2025.

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Oproom Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, pada Selasa (2/3/2021), itu turut disaksikan Sekjen Kemenag, Prof Dr H Nizar Ali MAg, Dirjen Pendidikan Islam, Prof Dr Muhammad Ali Ramdhani STP MT, dan para pejabat di lingkungan kementerian tersebut.

Dr Danial akan ‘menakhodai’ IAIN Lhokseumawe selama empat tahun ke depan menggantikan pejabat lama, Dr Hafifuddin MAg, yang sudah berakhir masa jabatan. Danial yang juga dosen Fakultas Syariah IAIN setempat menjadi rektor kedua setelah kampus tersebut alih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh menjadi IAIN Lhokseumawe pada tahun 2016 lalu.

Ia dilantik bersama tiga rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Kemenag. Mereka antara lain Dr Siti Nurjanah MAg sebagai Rektor IAIN Metro Lampung, Dr Hj Evi Muafiah MAg sebagai Rektor IAIN Ponorogo (Jawa Timur), Dr Zaenal Mustakim MAg sebagai Rektor IAIN Pekalongan (Jawa Tengah), dan Dr H Nanang Fatchurochman SPd MPd sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Banten.

Dr Danial ditetapkan sebagai Rektor IAIN Lhokseumawe setelah mengikuti serangkaian tahapan pemilihan rektor serta uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) secara virtual dengan tim Kemenag RI pada 23 Februari 2021. Danial adalah satu dari delapan dosen yang mendaftarkan diri sebagai calon Rektor IAIN Lhokseumawe.

Ketujuh kandidat lain adalah Dr Al Husaini M Daud MA, Dr Azhari, Dr Dahlan A Rahman SAg MSi, Dr H Hafifuddin MAg, Dr Muhktasar, Dr Nasrullah SAg MAg, dan Dr Zulfikar Ali Buto Siregar MA. Dari tujuh nama itu, hanya Dr Azhari yang berasal dari UIN Ar-Raniry. Selebihnya merupakan dosen dan pejabat di IAIN Lhokseumawe.

“Ada beberapa pesan yang disampaikan dan diulang-ulang oleh Pak Menteri Agama dalam pelantikan kemarin (Selasa-red),” ujar Dr Danial, Rabu (3/3/2021).

Pesan pertama, sebutnya, jangan ada plagiasi dalam karya ilmiah dan hal-hal lain. Menag, lanjutnya, juga berpesan agar daya saing kampus dapat ditingkatkan, sehingga IAIN Lhokseumawe ke depan bisa berkompetisi di tingkat nasional.

“Visi saya adalah membangun IAIN Lhokseumawe agar memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Untuk mencapai visi tersebut, tentu perlu memanfaatkan seluruh potensi yang ada di kampus terutama sumber daya manusia (SDM), di samping infrastruktur, prasarana dan sarana, serta kerja sama dengan lintas sektor,” ungkap pria berkacamata ini.

Dalam mengembangkan dan memajukan IAIN Lhokseumawe ke depan, Dr Danial berprinsip melestarikan atau melanjutkan hal-hal lama yang baik dan mengembangkan hal-hal baru yang lebih baik. “Sehingga kampus kita nanti akan diakui oleh sejawat dan perguruan tinggi lain di tingkat nasional dan kalau bisa hingga pada level Asean,” katanya.

Sebelum menduduki posisi Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr Danial pernah menjadi Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Lhokseumawe (2015-2017) dan direktur pascasarjana institut tersebut pada tahun 2017-2020. Pria kelahiran Dayah Mesjid, Kecamatan Kutablang, Bireuen, 26 Februari 1976, ini juga dikenal sebagai mubaligh yang kerap mengisi khutbah dan ceramah di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Dari KUA Kec Jadi Rektor

Dr Danial adalah anak kedua dari sembilan bersaudara pasangan Murdani Ahmad (alm) dan  Nurhayati (almh). Hasil pernikahannya dengan Sri Afrianti SPSi MPd, ia sudah dikarunia tiga buah hati yaitu Hilian Tazkia (alm), Almas Salwana (15), dan Haura Maiza (13). Danial menamatkan pendidikan S1 di IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan S2 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Sedangkan gelar doktor (S3) diraihnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Danial sudah 21 tahun lebih menjadi PNS. Ia mengawali kariernya sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jangka, Bireuen. Sebelumnya, Danial juga menjadi dosen tidak tetap pada beberapa perguruan tinggi di Aceh. Ia juga pernah menjadi dosen di IAIN (sekarang UIN) Ar-Raniry dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh.

Pada tahun 2000-2004, Danial menjadi dosen tidak tetap di STAIN Lhokseumawe. Mulai 2005, Danial menjadi dosen tetap dan kemudian diangkat sebagai Kepala Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu di STAIN tersebut selama dua tahun, 2005-2006.

Kariernya menanjak lagi. Ia diangkat sebagai Pembantu Ketua II STAIN Malikussaleh selama dua tahun, 2006-2007. Dalam kariernya, Danial banyak mendapat penghargaan. Seperti  tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya X dari Presiden RI pada tahun 2019, Pemimpin Perubahan Inspiratif dan Inovatif Indonesia Bidang Pendidikan 2020 dari 7Sky Media, dan Dosen Berprestasi Nasional Kemenag RI pada tahun 2006. 

(serambinews)

Komentar

Loading...