DPW PPP Aceh - UIN Ar Raniry Tandatangani Kerjasama Tingkatkan SDM

DPW PPP Aceh - UIN Ar Raniry Tandatangani Kerjasama Tingkatkan SDM
Ketua DPW PPP Aceh, Tgk H Amri M Ali saat menerima naskah Perjanjian kerjasama dari Dekan FISIP UNI Ar Raniry Banda Aceh Dr Ernita Dewi M.Hum di ruang rapat Dekan FISIP, Jumat (2/10/20). Foto/cakradunia/HH

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Propinsi Aceh bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh dalam bidang pengingkatan kualitas pendidikan, kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM).

Penandatangan perjanjian kerja sama (MoA) antara Ketua DPW PPP Aceh, Amri M Ali dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar Raniry, Dr Ernita Dewi, S.Ag, M.Hum dilaksanakan di ruang rapat Dekan FISIP, Jumat (2/10/20) siang.

Dalam penandatangan tersebut, dari DPW PPP Aceh, selain Ketua Amri M Ali juga hadir sejumlah pengurus harian lainnya, diantaraya ; Marhaban Makam, Tgk. H. Attarmizi Hamid, Darmawan, Helmi Hasan, Basri  Ali dan Sekretaris DPC Banda Aceh Fauziah, Sekretaris DPC Aceh Besar Darmansyah dan sejumlah pengurus WPP PPP Aceh.

Sedangkan dari pihak UIN Ar Raniry selain Dekan FISIP juga hadir para wakil dekan FISIP dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalan perjanjian kerja sama selama lima tahun ini, DPW PPP Aceh dan FISIP UIN Ar Raniry menyepakati antara lain ;

1) Pengiriman mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan magang di lingkungan pihak kedua;
2) Memperkuat daya serap alumni di bidang politik;
3) Mendapatkan data penelitian bagi mahasiswa dan dosen;
4) Pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan sarana dan fasilitas yang dimiliki para pihak;
5) Memberikan keahlian pada mahasiswa untuk menjadi konsultan dan analis politik;
6) Memberikan kajian pada seminar yang dilaksanakan oleh pihak pertama,

Dekan FISIP UIN Ar Raniry Dr Ernita Dewi M.Hum mengatakan, kerjasama dengan DPW PPP Aceh sangat penting bagi mahasiswa semeseter akhir FISIP UIN Ar Raniry belajar langsung ke lapangan untuk menerapkan ilmu yang selama ini dipelajari di kampus.

“Kami mengharapkan calon alumni FISIP UIN Ar Raniry bisa magang di kantor DPW PPP Aceh  sekaligus di kantor DPRA, sehingga mereka memahami bagaimana dunia politik praktis itu,”katanya penuh harap.

Ketua DPW PPP Aceh, Amri M Ali disaksikan Dekan FISIP UIN Ar Raniry saat menandatangi MoA, Jumat (2/10/20). Foto/cakradunia.co/HH

Sementara Ketua DPW PPP Aceh, Amri M Ali mengatakan, sangat mulia dan bangga bisa terbangun kerjasama ini dengan cepat, karena baru sekali dibicarakan langsung melahirkan perjanjian kerjasama kedua belah pihak.

“Alhamdulilah hari ini bisa diwujudkan MoA antara PDW PPP Aceh dengan FISIP UNI Ar Raniry Banda Aceh. Ini sangat penting, karena kata orang bijak, segala-galanya diawali dengan politik, meski politik bukan segala-galanya,” kata politisi PPP ini senang.

Menurut Amri, PPP Aceh punya kewajiban untuk merubah mendset sarjana-sarjana agama, lembaga-lembaga pendidikan agama tidak boleh apriori dengan politik, tidak boleh skeptis dengan politik. Tidak boleh memandang politik itu secara negatif. Kenapa? Karena politik itu adalah alat

Orang sering mengatakan berpolitik itu kejam, politik itu tanpa pri kemanusian, politik tanpa nurani.

“Padahal, politik itu tak ubahnya seperti parang, pisau dan senjata tidak salah. Karena dia alat, sebagai media untuk melakukan segala sesuatu dalam kehidupan manusia. Tapi, yang kejam, yang salah dan tidak punya nurani itu adalah siapa yang memegang senjata itu,”urai Amri M Ali.

Pengurus DPW PPP Aceh, Banda Aceh dan Aceh Besar saat mengikuti prosesi MoA dengan Dekan FISIP UIN Ar Raniry, Jumat (2/10/20). Foto/cakradunia.co/HH

Jadi, oleh karena itu, tambahnya, mendset itulah yang harus dirubah untuk membangun peradaban dan tatanan politik yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Mudah-mudahan melalui kerjasama ini, Amri mengharapkan ke depan akan tenjadi sinerji yang berkelanjutan. Kenapa itu penting? Karena partai politik akan melahirkan para praktisi politik dan mereka disebut dengan politisi.  Sedangkan lembaga pendidikan dan perguruan tinggi akan melahirkan para pemerhati, analis dan orang-orang yang paham dengan tiori politik dan akhirnya melahirkan politikus.

“Jadi partai politik melahirkan politisi dan perguruan tinggi melahirkan politikus. Akan lebih baik bila politisi dan politikus melekat dalam sebuah visi. Ini sesuatu yang luar biasa dan kita berharap kerjasama ini akan lahir politisi dan politikus Aceh yang handal ke depan,”tutup orator ulung PPP Aceh ini optimis.[df]

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...