DPRA Minta 29 TKA China Melanggar Izin di PLTU 3-4 Nagan Raya Dikeluarkan dari Aceh

DPRA Minta 29 TKA China Melanggar Izin di PLTU 3-4 Nagan Raya Dikeluarkan dari Aceh
Anggota Komisi I DPRA bersama Disnakermobduk Aceh, Kemenkumham dan Imigrasi ketika melakukan pertemuan dengan pmpinan PLTU 3-4 di Suak Puntong, Nagan Raya, Minggu (21/6/2020). Ist

CAKRADUNIA.CO, Suka Makmue - DPRA minta 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) China yang bermasalah izin yang kini bekerja di PLTU 3-4 Kabupaten Nagan Raya harusu keluar meninggalkan Aceh, karena TKA illegal.  

Permintaan itu disampaikan tim DPRA  dalam rapat bersama Dinas Tenaga Kerja dan Mobililitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh dan Kanwil Kemenkumham Aceh dan Imigrasi Meulaboh ketika melakukan pertemuan khsusu dengan pihak PLTU 3-4, Minggu (21/6/2020) di Suak Puntong Nagan Raya.

“Kami turun ke lapangan guna memastikan 29 TKA Cina setelah ditemukan surat izin mereka bermasalah, sehingga kedatangan mereka ke Nagan Raya illegal. Jadi harus segera dikeluarkan dari Aceh,”kata Anggota Komisi ! DPRA, Azhar Abdurrahman.

Tim dari Komisi I DPRA yang melakukan reses ke Nagan Raya, masing-masing  Fuadri, Azhar Abdurahman dan Edi Kamal.

Dari pihak Disnakermobduk Aceh, Ichwan dan M Nazar dan dari Kemenkumham Aceh, Kepala Divisi Imigrasi, Herdaus serta dari Imigrasi Meulaboh, Azhar.

Anggota Komisi I DPRA, Fuadri dan Azhar Abdurahman menggungkapkan Pemerintah Aceh dan DPRA sangat mendukung kehadiran investor ke Aceh. Namun, harus mematuhi aturan berlaku di Indonesia dan Aceh. 

"Kami berharap tidak ada lagi pekerja yang ilegal dan harus patuhi semua aturan yang berlaku. Kami berharap perusahaan juga memanfaatkan pekerja lokal Aceh dan Nagan Raya,” kata Fuadri.

Anggota Komisi I DPR Aceh, Fuadri

Dewan minta pekerja yang menyalahi izin di PLTU 3-4 harus dikeluarkan dari Aceh dan apa yang menjadi kewajiban pihak PLTU dipenuhi..

Menurut Ichwan, pejabat Disnakermobduk Aceh,pihak dinas telah turun pada 10 Juni lalu dan menemukan 29 TKA Cina menyalahi izin. 

“TKA yang menyalahi izin harus mengurus izin kerja dan mereka dikeluarkan dari PLTU. Selama waktu diberikan hingga 24 Juni mendatang mereka tetap berada di kompleks PLTU.(si)

Komentar

Loading...