DPR Soroti 400.000 Ton Beras Bulog Busuk

DPR Soroti 400.000 Ton Beras Bulog Busuk
Pekerja menimbang karung beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (26/11/2020). Antara Foto

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - Komisi IV DPR RI menyoroti kinerja kebutuhan pangan yang disiapkan Perum Bulog terkait cadangan beras nasional dan mahalnya harga daging menjelang Lebaran.

Terkait beras, DPR menyoroti Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia cukup hingga akhir tahun. Namun terdapat 400 ribu ton beras ditemukan tidak dalam kondisi baik, bahkan busuk.

"Bapak bilang cadangan beras kita cukup tapi di dalamnya ada 400 ribu ton lebih beras yang busuk," kata Anggota Komisi IV DPR Sutrisno dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perum Bulog, Jakarta, Selasa (18/5/2021). 

Sementara, Anggota Komisi IV Haerudin menilai bahwa ini bukan persoalan yang sederhana. Menurutnya, Bulog perlu menampilkan dirinya sendiri untuk dapat menyampaikan seperti jumlah stok yang dimiliki, kemampuan Bulog, kapasitas ruang penyimpanan Bulog serta jumlah ruangan yang diberikan.

Selain itu, Haerudin berharap Bulog dapat bekerja sama dengan petani. Bulog perlu menempatkan diri menjadi pelayan masyarakat maupun pihak yang berhubungan secara komersial. 

Dia menilai, instansi pemerintah seperti Bulog, di satu sisi badan adalah pelayanan sedang di sisi lainnya adalah komersial. Adapun bentuk kerja sama yang dapat diupayakan adalah dengan pengkajian ulang harga eceran terendah pada beras petani.

“Di sisi yang lain pemerintah ngasih modal. di sisi yang lain Bulog juga harus mandiri. artinya, ini adalah ruang plus-minus, yang Bulog bisa manfaatkan betul bagaimana bisa menjadikan Bulog jauh lebih baik dari tahun tahun sebelumnya,” jelasnya

Kemudian terkait dengan daging, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Demokrat Nur'aeni mengungkapkan bahwa harga daging sapi dan kerbau menjelang lebaran harga sangat tinggi sekali. Di daerah dapilnya Serang, Banten, harga bisa tembus mencapai Rp150 ribu/kg.

"Kaitan dengan stok ataupun daging sapi daging kerbau ini langka bahkan mahal sekali sampai di angka Rp 150 ribu per kilo. Apa sih sebetulnya yang terjadi," kata Nur'aeni

Kader partai Demokrat itu mempertanyakan ketersediaan stok daging yang disampaikan oleh Bulog. Dalam catatannya, stok daging aman hingga lebaran.

"Bulog sendiri dari laporan di sini ini ada ketersediaan daging kerbau daging sapi ini cukup lumayan bahkan ada kebijakan impor daging kerbau akan tetapi ini realitas tidak sesuai di lapangan bahwa harga daging kerbau daging sapi ini mengalami lonjakan," ujarnya.[okz]

Komentar

Loading...