iklan bener Duka Cita Gub - Bambang

DPR Minta Tunda, Lion Tetap Terapkan Bagasi Berbayar

DPR Minta Tunda, Lion Tetap Terapkan Bagasi Berbayar
Lion Air

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan pihaknya tidak akan mencabut kebijakan bagasi berbayar. Langkah itu berbeda dengan Citilink yang menunda penerapan bagasi berbayar setelah konsolidasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Seiring perkembangan pasar penerbangan, Lion Air dan Wings Air sudah memberlakukan penerapan bagasi 0 kg (nol kilogram) serta mengenakan biaya terhadap kapasitas (berat) bagasi tercatat untuk penerbangan di Indonesia (domestik)," ujar Danang melalui keterangan tertulis yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat (1/2/2019).

Pemberlakuan layanan bagasi berbayar dilakukan Lion Air Group sejak 22 Januari 2019 lalu. Sejak saat itu, dia menyebut bahwa ketepatan waktu operasional (On Time Performace/ OTP) meningkat, dari rata-rata 65{d3c6496377623acf4c1fbcc3aeb920d09c41654076d766fac9d20afd66ac13bd} menjadi rata-rata 88{d3c6496377623acf4c1fbcc3aeb920d09c41654076d766fac9d20afd66ac13bd}.

"Sebagai langkah mempertahankan tingkat OTP, kami tetap memberlakukan kebijakan bagasi nol kilogram untuk rute domestik. Dalam upaya memberikan pelayanan, mulai 7 Februari 2019 kami akan melakukan penyesuaian tarif bagasi berbayar," imbuh Danang.

Dia menjelaskan, layanan bagasi tercatat nol kilogram merupakan kebijakan baru Lion Air dan Wings Air guna menjawab peluang dan tantangan bisnis. Hadirnya opsi layanan terbaru ini, setiap pelanggan dapat melakukan traveling lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi menurut tingkat keperluan perjalanan.

Dia mengklaim, Lion Air dan Wings Air menawarkan layanan kepada setiap pelanggan untuk mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal dengan penjualan tiket berkonsep "sesuai kebutuhan pelanggan".

"Jika pelanggan akan membawa bagasi saat bepergian maka dapat membeli bagasi. Sebaliknya, bila bepergian tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi," bebernya

Sebelumnya, DPR melalui Komisi V, meminta maskapai menunda penerapan bagasi berbayar. Sebab, langkah itu dinilai memberatkan masyarakat pengguna jasa transportasi udara.(dtk.com)

Komentar

Loading...