Dollar Anjlok Terendah Imbas Intervensi Bank Sentral AS

Dollar Anjlok Terendah Imbas Intervensi Bank Sentral AS
Karyawan sebuah bank memperlihatkan mata uang dollar Amerika Serikat di Jakarta, Rabu (11/1/2017). - JIBI/Abdullah Azzam

CAKRADUNIA.CO, New York  - Mata uang Amerika Serikat, dollar ditutup anjlok ke level terendahnya lebih dari dua tahun pada perdagangan Selasa (18/8/2020) waktu setempat.

Kondisi ini muncul karena efek berkelanjutan dari program stimulus Federal Reserve melemahkan dolar secara luas untuk lima hari berturut-turut.

Dikutip dari CNBC, Jakarta, Rabu (19/8/2020), dolar terhadap sekeranjang mata uang ditutup turun 0,55% ke 92,308, setelah sebelumnya mencapai titik terendah 92,124 sejak Mei 2018. Terhadap euro, dolar juga mencapai level terendah sejak Mei 2018 di USD1,197.

Meskipun dolar sering berfungsi sebagai investasi tempat berlindung di saat-saat krisis, namun telah jatuh sejak intervensi Federal Reserve ke pasar keuangan untuk menjaga likuiditas di tengah pandemi virus corona.

Program The Fed telah mendorong aset berisiko ke level tertinggi sepanjang masa dan mengurangi permintaan safe-havens, bahkan ketika data ekonomi telah melukiskan gambaran suram dari pemulihan AS.

Dolar juga melemah terhadap yen Jepang, safe-haven tradisional lainnya, setelah mencapai level terendah dua minggu di 105,27 yen per dolar.

 “Ini Fed, semua likuiditas dipompa ke pasar,” kata Greg Anderson, kepala strategi valuta asing global di BMO Capital Markets, tentang penurunan dolar.

Anderson mencatat bahwa pelemahan dolar pada hari Selasa bukanlah hasil dari rilis data tertentu, tetapi tentang pergerakan yang lebih rendah yang telah mendapatkan momentum.

"Begitu momentum dolar AS mengakar, itu seperti mencoba memutar kapal induk, itu sulit dilakukan. Dan saya pikir momentumnya sudah mengakar, ”katanya.(okz)

Komentar

Loading...