Dinas Pendidikan Aceh Gelar Lomba Debat Bahasa Inggris SMK

Dinas Pendidikan Aceh Gelar Lomba Debat Bahasa Inggris SMK
Kadis Pendidikan Aceh yang diwakili Sekdis T NaraSetia, SE.Ak, M.Si saat membuka Lomba Debat Bahasa Inggris SMK se-Aceh, Jumat (6/3/2020).

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh - Untuk mempertajam penguasaan Bahasa Inggris di kalangan siswa, Dinas Pendidikan Aceh menggelar lomba debat Bahasa Inggris SMK se-Aceh sejak Jumat-Minggu (6-8/3/2020) di Banda Aceh. Setiap kabupaten/kota mengirimkan sebanyak empat orang perwakilan yang terdiri dari siswa dan guru pendamping.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh diwakili Sekretaris Disdik Aceh, Teuku Nara Setia, SE.Ak, M.Si dalam sambutannya menyampaikan National Schools Debating Championship (NSDC) ini merupakan ajang unjuk kemampuan dan kreativitas berdebat dengan berbagai bidang ilmu pengetahuan tentang isu-isu global masa kini agar berpikir kritis serta mampu mengembangkan potensi secara menyeluruh dan seimbang pada semua aspek kecerdasan.

“Debat Bahasa Inggris untuk siswa SMK se-Aceh ini memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ajang penajaman kemampuan siswa dalam mengekspresikan perasaan, informasi, dan pemikiran dengan menggunakan bahasa inggris yang baik dan benar,” tuturnya.

Sekdis menambahkan pada ajang debat ini mengajarkan bukan tentang perbedaan, tetapi mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi dan menghargai pendapat orang lain serta mampu menyampaikan pendapat secara cakap dan santun kepada orang lain.

Kegiatan ini, sebutnya, sangat berguna untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ajang penajaman kemampuan siswa dalam mengekspresikan perasaan, informasi, dan pemikiran dengan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Bagi siswa SMK, penguasaan keterampilan berbahasa sangat penting dalam menunjang penguasaan kompetensi kejuruan. Karenanya, penguasaan   keterampilan bahasa yang baik akan memberikan dampak positif yang besar bagi siswa sehingga akan bermanfaat dalam kehidupannya.

“Debat ini mengajarkan bukan tentang perbedaan, tapi mengajarkan bagaimana dengan bahasa kita dapat menghargai pendapat orang lain serta bagaimana kita menyampaikan pendapat secara cakap dan santun kepada orang lain,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan SMK melalui Muhammad Ridho, S.Pd, M SP menyebutkan peserta debat merupakan para siswa dan didampingi guru pendamping SMK dari kabupaten/kota se Aceh dengan jumlah keseluruhan 92 orang selama tiga hari di Hotel Madinathul Zahra, Banda Aceh.

“Peserta akan diseleksi oleh para dewan juri secara objektif dan professional. Dewan juri berasal dari kalangan akademisi, guru dan debater Nnasional,” jelasnya.

Muhammad Ridho mengatakan tujuan kegiatan ini untuk membiasakan siswa berpikir kreatif dan analitis, mampu bersaing secara kompetitif, berkomunikasi secara efektif, dalam menyampaikan argumentasi di depan publik dengan Bahasa Indonesia. Sekaligus membangun kesadaran dan kepedulian peserta didik akan pentingnya toleransi menghormati, kerjasama, dan perbedaan opini sebagai sikap yang harus tumbuh dalam demokrasi yang sehat.

“Debat ini merupakan bagian pembentukan karakter dan jati diri siswa yang berkualitas, berdaya saing serta mampu berkomunikasi dengan baik,”tutupnya. (df)

Komentar

Loading...