Peringatan 15 Tahun Tsunami:

Dihadiri 5 Duta Besar dan Liputan Wartawan Asing

Dihadiri 5 Duta Besar dan Liputan Wartawan Asing
Tamu para dubes dan konsulat hadiri puncak acara peringatan ke-15 tsunami di Pidie.

CAKRADUNIA.CO, Pidie – Peringatan 15 tahun tsunami yang di pusatkan di Gedung Pidie Convention Center (PCC) di Gampong Lampeudeu Baroh, Pidie dihadiri lima dubes dan konsulat serta diliput wartawan asing.

Dubes dan Konsulat yang hadir masing-masing Dubes Singapura,India, Korea Selatan, Jepang dan Konsulat Cina.

Ketika acara yang dihadiri dua ribuan undangan itu sempat diwarnai gerhana matahari meski tidak menutupi keseluruhanya. Gerhana matahari total atau 100 persen bisa disaksikan di Singkil dan Pulau Simeulue.

Dalam prosesi 15 tahun tsunami para pejabat hadir, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Ketua DPR Aceh M Dahlan, Bupati dan Wakil Bupati Pidie, Roni Ahmad dan Fadlulah TM Daud, Wakil Ketua DPRK Pidie, Setda Pidie dan sejumlah kepala SKP Aceh.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah serahkan sertifikat kepada perwakilan dubes dan konsulat yang hadiri peringatan tsunami di Pidie. Acehkini

Dalam hayatan tahunan itu, Pemda Aceh juga menyantuni 100 anak yatim yang diserahkan langsung oleh Plt Gubernur Aceh. Selain itu, Nova juga menyerahkan sertifikat kehadiran dalam peringatan tsunami kepada para dubes.

Sementara Kepala BNPB Pusat, Letjen Doni Monardo, dalam sambutannya, mengatakan Aceh merupakan kawasan rentan gempa.Gempa disusul tsunami sudah pernah terjadi sebelumnya.

Untuk itu, masyarakat harus mempersiapkan diri jika gempa dan tsunami terjadi lagi.

"Jika tsunami terjadi lagi, kita harus mengupayakan sedikit korban jiwa dan minim bangunan yanhg rusak untuk itu masyarakat Aceh harus mampu mempersiapkan diri sejak dini," jelasnya.

Para ulama pimpin zikir dan doa bersama

Bupati Pidie, Roni Ahmad mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelaksanaan puncak tsunami Aceh dilaksanakan di Pidie.

"Musibah tsunami musibah kita bersama. Semua kita harus dapat memetik hikmah dan menyadarkan kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.Tsunami juga membuka mata dunia, sehingga melahirkan perdamaian MoU Helsinki yang mengakhiri konflik Aceh yang berlangsung lebih 30 tahun,”katanya.

"Kita harus evaluasi diri. Apapun bentuk cobaan. Kita tidak boleh larut dalam kesedihan. Mari merajut masa depan dengan bercermin pada masa lalu untuk menyongsong masa depan lebih cemerlang," tutup Abuyik.

Acara puncak tsunami ditutup dengan ceramah yang diisi oleh Ustaz Syauqi Zainuddin MZ menggantikan Ustad Abdul Somat dalam yang bersamaan beliau sedang berada di Sudan untuk mengikuti prosesi pengambil ujian doktornya atau S3 yang kebetulan lulus Caumlade.[SI]

Komentar

Loading...