Jaksa Tahan Fitriadi Lanta, Tim Advokasi Ajukan Penangguhan Penahanan

Jaksa Tahan Fitriadi Lanta, Tim Advokasi Ajukan Penangguhan Penahanan
Kejaksaan Negeri Meulaboh ketika menyerahkan Fitriadi Lanta (dua dari kiri), tersangka tindak pidana UU-ITE ke LP Kelas II B Meulaboh, Kamis sore (11/6/2020). Ist

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Diduga sebar video kasus pemukulan Teungku Janggot oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS, Ketua Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (F-KMBSA) Fitriadi Lanta dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU- ITE) yang ditetapkan jadi tersangka beberapa waktu lalu oleh Polres Aceh barat, sejak Kamis sore (11/6/20) ditahan oleh Kejaksaan Negeri Meulaboh.

Tersangka dilakukan penahanan di Lembaga Permasyarakat (LP) Kelas II B Meulaboh, guna memudahkan pihak kejaksaan untuk keperluan proses hukum lebih lanjut.

“Kita sudah tahan Fitriadi Lanta terkait kasus melanggar UU-ITE dan dia sudah kita titipkan di LP Meulaboh,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Meulaboh,  S Muh Rukhsal M Assegaf melalui Kepala Seksi Intelijen Abdi Fikri kepada media, Kamis (11/6/2020)

Menurutnya, alasan penahanan terhadap Fitriadi Lanta supaya tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya kembali. Selain itu juga agar tersangka tidak melakukan upaya untuk melarikan diri, sehingga pihak Kejaksaan menahan pelakunya.

Kasus diduga melanggar UU-ITE itu dilaporkan oleh ajudan bupati Ramli MS kepada Polres Aceh Barat, sejak kejadian itu terjadi, 19 Pebruari 2020 lalu.

Waktu itu, ajudan Bupati Aceh Barat, Hidayatullah Fajri melaporkan seorang ketua LSM ke Polres Aceh Barat karena diduga terlibat menyebarkan video pemukulan Teungku Janggot oleh Bupati Ramli MS ke grup WhatsApp pada Selasa (18/2/2020).

Koordinator Tim Advokasi Forum KMBSA, Azhari

Ajukan Penangguhan Penahanan

Terkait penahanan Ketua Forum KMBSA Fitriadi Lanta, Koordinator tim Advokasi Forum KMBSA, Azhari kepada media mengatakan pihaknya segera mengajukan penangguhan penahanan kepada Kejari Meulaboh.

“Atas penahanan Ketua Forum KMBSA, kami segera akan mengajukan penangguhan penahan kepada kejari Meulaboh, “kata Azhari yang juga Sekjend Forum KMBSA kepada media, Kamis (11/6/2020).

Untuk itu, Azhari minta dukungan dan pasrtisipasi semua pihak untuk meramaikan dan membantu melobi atau menjamin penjamin tambahan agar penangguhan dapat diberikan.

“Dukungan ini pentuing, agar tidak terjadi diskriminasi dalam penegak hukum, karena dia bukan penjahat. Karena aktivis Aceh Barat sengaja dibungkam,”kata Azhari tegas.(df)

Komentar

Loading...