Dek Gam Minta Usut Tuntas Kasus Warga Aceh Diamuk Massa, Bila Gagal Siap Mundur dari DPR

Dek Gam Minta Usut Tuntas Kasus Warga Aceh Diamuk Massa, Bila Gagal Siap Mundur dari DPR
Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Nazaruddin Dek Gam berjanji akan mengusut tuntas kasus amuk masa terhadap Muhammad Basri, warga Aceh Timur, Jumat (8/5) dini hari hingga tewas di Tangerang Selatan.

Dek Gam sudah minta Kapolres Tangsel dan Kapolda Banten segera menangkap seluruhnya pengeroyok warga Aceh. Bila gagal dia siap mundur dari anggota dewan.

"Saya nyatakan saya siap mundur dari parlemen kalau pengusutan kasus ini tidak selesai dan tuntas," ujar Dek Gam, begitu nama populernya, Senin (11/5/2020).

Wakil Bendahara DPP PAN ini menyerukan kepada masyarakat Aceh agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Kita percayakan kepada kepolisian. Mereka bekerja profesional. Jaminannya, kalau tidak selesai dan tuntas, maka saya siap mundur dari DPR," ulang Nazaruddin meyakinkan.

Baca juga : Dek Gam: Kapolres Tangsel Sudah Tangkap Pelaku Pengeroyokan Warga Aceh

Dek Gam menjelalskan bahwa dirinya terus memantau dan berkomunikasi dengan Kapolres Tangerang dan juga Kapolda Banten untuk mengawal kasus tersebut sampai selesai.

"Jadi masyarakat jangan terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Mari kita serahkan penanganannya kepada polisi," imbaunya dikutip serambisnews.com.

Nazaruddin mengharapkan seluruh pelaku amuk masa itu harus diadili dan dihukum.

Kasus main hakim sendiri dialami warga Aceh, Muhammad Basri, pada Jumat (8/5/2020) dinihari di kawasan Jalan Raya Wana Kencana Sektor 12,4 Ciater, Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan, sekitar pukul 00:21 WIB.

Baca juga : Diteriaki Maling, Pria Aceh Timur Dikeroyok hingga Tewas di Tangsel

Kala itu, almarhum Basri hendak membeli rokok ke toko swalayan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia berjalan kaki sendirian tanpa curiga apa-apa.

Saat sedang beli rokok di super market itu, entah siapa yang memulai, tiba-tiba Basri diteriaki maling motor. Masa kemudian berkerumun dan menyerang almarhum secara membabi buta dan menariknya dari dalam toko. Almarhum sudah berusaha menjelaskan siapa dirinya, tapi tidak didengar oleh masa terus memukulnya hingga tak berdaya.

Almarhum Basri kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Kota dan mengembuskan napas terakhir di sana.

Jenazah Almarhum Muhammad Basri dibawa pulang  dengan ambulan jalan darat lintas sumtera karena tidak ada penerbangan ke Aceh untuk dikebumikan di kampung halamannya di Aceh Utara.(SI)

iklan sesama guru mari berbagi

Komentar

Loading...