Dek Gam: Ibu Isma dan Bayinya Bebas 14 Maret

Dek Gam: Ibu Isma dan Bayinya Bebas 14 Maret
Anggota DPR RI, Nazaruddin Dek Gam saat meninjau Rutan Lhoksukon, Minggu (7/3/21). Ist

CAKRADUNIA.CO, Lhoksukon - Anggota Komisi III, DPR RI Nazaruddin Dek Gam melakukan tinjauan khusus ke Rutan Kelas II B Lhoksukon, Aceh Utara untuk memastikan Isman (33) dan bayi yang ditahan karena melanggar UU IT, Minggu (7/3) akan bebas, Minggu (14/3/21) mendatang.

Wakil Ketua Umum DPP PAN ini sudah menghubungi Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kemenkumham, dan Kakanwil Aceh, untuk memastikan ibu dan bayi itu bisa ikut program asimilasi Covid-19.

“Allhamdulillah saya pastikan tanggal 14 Maret 2020, ibu (Isma) ini akan bebas, serta berharap ke depan tidak ada lagi kejadian yang serupa,” ujarnya.

Ke depan, tambah Dek Gam, kasus seperti ini akan lebih baik bila aparat kepolisian hanya memberi peringatan atau surat pernyataan saja terkait kasus-kasus yang menjerat seperti ibu Isma, pasalnya kasus-kasus seperti ini bisa dilakukan mediasi oleh pihak kecamatan atau instansi terkait, sehingga tidak langsung di P21 kan.

“Jika sudah seperti ini, semua rugi, ibu ini rugi dan negara juga rugi. Cukup kejadian ini jangan ada lagi anak bayi di penjara,” cetusnya.

Sebagaimana diketahui, Isma merupakan wanita yang berusia 33 tahun asal Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Ia ditahan bersama bayinya di Rutan Lhoksukon.

Dek Gam bersama rombongan tiba di Rutan Lhoksukon sekitar pukul 14.00 WIB, dan disambut langsung oleh Kepala Lapas Lhoksukon, Yusnadi dan beberapa menit kemudian Dek Gam langsung masuk ke kamar tahanan perempuan yang dihuni Isma bersama bayinya.

Dek Gam juga menanyakan kepada sejumlah tahanan perempuan terkait kasus yang menjerat hingga mereka harus mendekam di balik jeruji besi.

Dalam kunjungan itu, politisi PAN itu juga memberikan sedikit santunan kepada Isma dan bayinya dengan tujuan agar anak tersebut selama di penjara mendapatkan asupan gizi terbaik selain ASI.

Dek Gam mengatakan kunjungan ini khusus untuk memastikan pembebasan Isma bersama bayinya melalui program asimilasi Covid-19.

“Kunjungan hari ini dalam rangka kemanusiaan, saya merasa sedih saat mengetahui kabar masyarakat saya kondisi seperti ini di penjara bersama bayi,” kata Dek Gam prihatin.[df]

Komentar

Loading...