Dampak Covid-19, RSUD dr Zubir Mahmud Terhutang Rp 8 Milyar

Dampak Covid-19, RSUD dr Zubir Mahmud Terhutang Rp 8 Milyar
Direktur RSUD dr Zubir Mahmud, dr Edi Gunawan MARS

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Setelah hampir setahun, kini RSUD dr. Zubir Mahmud (RSUDZM), mulai terasa dampaknya sehingga pendapatan rumah sakit mengalami penurunan dan harus terhutang milyaran rupiah.

Direktur dr. Edi Gunawan Mars kepada cakradunia.co, Kamis (7/1/2020) sore mengatakan, dampak terjadinya penurunan pendapatan saat mulai diumumkan RSUDZM sebagai rumah sakit rujukan covid-19 yang membuat sebagian pasien berpindah ke pelayanan kesehatan lain.

"Pada saat RS kami ditunjuk sebagai RS rujukan covid-19, sehingga pengunjung RS menurun drastis," ujarnya

Menurut dr. Edi, penyebab turunnya pengunjung RS akibat pasien khawatir terhadap penularan covid-19 dan terbatasnya pelayanan rumah sakit di awal-awal pandemi.

Selain itu, satu satunya dokter spesialis kebidanan harus dirawat akibat Covid-19 dan dokter spesialis mata mengalami stroke.

"Ada dua dokter spesialis yang harus dirawat, akibatnya kekosongan pelayanan dibagian tersebut. Imbasnya pendapat RS sejak bulan April hingga Desember menurun, malah pernah hingga di bawah 50 persen " ungkap dr Zubir Mahmud di ruang kerjanya.

Akibat turunnya pendapatan membuat manajemen RSUD dr Zubir Mahmud terhutang kepada pihak ke tiga sekitar Rp 8 milyar, baik itu dalam pengadaan biaya obat-obatan, maupun pembayaran jasa lainnya, seperti pembuangan limbah medis.

Untuk menutupi biaya operasional, tambah dr Edi, pihaknya juga telah mendapat dana talangan dari pemerintah Aceh Timur sebesar Rp 1 milyar, .

"Dipertengahan bulan Desember pemkab Aceh Timur memberikan dana talangan RP 1 milyar untuk operasional, dan mencicil kepada rekanan agar tidak menyetop pasokan kebutuhan RS," tambahnya 

Edi berharap pemerintah Aceh dan Pusat dapat memperhatikan kondisi manjemen rumah sakit akibat pandemi covid-19. 

"Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak termasuk para dokter dan Pemda Aceh Timur operasional kita masih berjalan, tinggal kita memikirkan untuk pembayaran hutang yang tersisa, sehingga tidak terus menunggak dalam jangka panang," tutupnya

Rachman

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...