Puisi Safron Rasyidi Sidal :

Covid Untuk Tuhan

Covid Untuk Tuhan
Safron Rasyidi Sidal

COVID UNTUK TUHAN
Safron Rasyidi-Sidal:

Hancurkan semua masjid
Supaya rindu kami memuncak

Robohkan semua masjid
Sesal kami kenapa jarang menghidupkannya

Gempur semua masjid
Supaya kami tahu sangatlah indahnya

Engkau punya tsunami
Engkau punya gunung gunung murka
Punya lahar panas yang ganas
Punya badai dahsyat menyikat
Punya berlimpah banjir dan bandang yang mesra
Punya milyaran gempa hingga likuifaksi

Keluarkan seluruh isi perut bumi
Hancurkan semua kesombongan manusia

Jadikanlah manusia menjelma anai-anai
Pontang panting terburai hembusan beliung puting

Sekarang Tuhan:
lakukanlah Tuhan, sekarang !!

Jangan cuma covid yang kecil dan tak kasat mata

Kami butuhkan gelegar amarahMu untuk tumbuhkan ribuan masjid di dalam hati

Kami butuh jutaan badai supaya sujud kami tak lalai
Kami butuh reruntuhan gunung-gunung untuk membangun masjid abadi
Kami butuhkan lahar panas untuk sajadah dan menghilangkan lapar
Kami butuhkan tsunami untuk bersuci

Kami butuhkan petir guntur yang menggeledek
Supaya telinga kami terbiasa mendengar ayat-ayat yang indah

Kami butuhkan semua bencana itu
Kami butuhkan semua bencana itu...

Supaya hidup makin khusyuk
Dan seluruh nafas kami dalam syahdu tilawah....

Covid ini terlalu kecil Tuhan
Ribuan hingga jutaan covid-covidMu kami tunggu
Kami rindukan setiap waktu
Agar tak ada lagi abai dan takabur
Tumpahkanlah semuanya Tuhan: sekarang....
Sujud kami yang akan menjadi benteng atas covid-covidMu !!

Inspired by:
Qur'an, surah Az-Zalzalah

Minggu, 28 Maret 2021 (Maghrib).

Safron Rasyidi Sidal,  lahir di Dusun Durungan Wates Kulon Progo Djokja, 8 Maret 1963

Menulis puisi kreatif essay  cerpen  novel (tidak diterbitkan) dan beberapa naskah drama, sejak masih di bangku SMP dan Pesantren Pabelan Muntilan Jawa Tengah. Alumnus Teater Dramaturgi ISI Djokja dan bekerja di Dit-Seni Depdikbud Senayan.

Mulai Maret 2021 pensiun sebagai PNS di Direktorat MSPP (Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan) Kantor Kemenparekraf

Salah satu Cerpennya "Dialog"  dimuat di dalam anthologi: Beyond the Horison: Short Stories From Contemporary Indonesia (editor by Dr. David T Hill)  dan diterbitkan sebagai sebuah buku oleh Monash Asia Institute  Australia,  bersama cerpenis Indonesia lainnya,  seperti Putu Wijaya dll.

Beberapa puisi panjang karyanya, Senandung Gadis Yang Dipotret Bugil dan dipublikasikan, Dialog Cinta Santri dengan Hostess, Senandung Melati di Dasar Jurang, hingga Indonesia: Gadis Biru di Dalam Arena Adu Banteng Cataluna.

Sampai sekarang masih aktif terus menulis.[]

Komentar

Loading...