Covid-19 dan Nilai Kemanusiaan

Covid-19 dan Nilai Kemanusiaan
Ilustrasi. Foto/ iStock

Oleh : Lalik 

JAGAD sekarang sedang dihebohkan dengan wabah pandemi covid-19 yang menjangkau 200 lebih negara dibelahan dunia dan memberi dampak yang besar pada berbagai bidang kehidupan. Kehadiran virus corona seolah-olah menginginkan agar kehidupan dibumi ini diganti dengan kehidupan yang baru, nyatanya korban yang berjatuhan karena keganasannya terus meningkat.

Dampak penyakit ini di berbagai media telah kita saksikan berapa korban telah meninggal. Begitu pun tenaga medis yang mana secara logika adalah manusia yang kecil kemungkinan bisa tertular karena mereka dilengkapi dengan berbagai instrumen pelindung diri. Namun, apa daya puluhan dokter terkonfirmasi positif Covid-19 serta dilaporkan meninggal. Di tengah wabah bencana  nilai-nilai kemanusiaan yang hilang, entah karena awam pengetahuan ataukah buta imbauan.

Corona, mungkin menjadi  salah satu cara Tuhan melihat kesadaran manusia. Ujian bagi manusia yang sebetulnya tak hanya bisa diukur dari seberapa besar nyawa yang hilang, tetapi bagaimana kita berempati pada keadaan. Kita telah melihat berapa banyak korban ditolak untuk dimakamkan,  bahkan jenazah tenaga medis sebagai garda terdepan pun tak luput dari penolakan. Bisa kita bayangkan jika tenaga medis tidak memiliki mental yang sama dengan perilaku tak pantas yang dtunjukkan oleh sebagian orang, siapa lagi yang bisa diharapkan untuk menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan.

Berbagai cerita kerap terdengar seperti anggota keluarga,  tenaga medis dikucilkan dan diasingkan. Bahkan stigma negatif dilekatkan ditengah kejibakuan mereka bertungkus lumus menangani pasien dan bertahan pada keadaan. Saat ini tenaga medis di seluruh negeri dihadapkan pada persoalan krusial, tapi tidak membuat hati mereka gentar. Ditengah keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) pun mereka tetap semangat serta mampu bekerja dengan fasilitas seadanya, misalnya menjadikan jas hujan pengganti gaun standar, kemudian tas keresek dibuat menjadi cover boot serta berbagai kretifitas lainnya ditera oleh karena keadaan.

Secara psikologis, tenaga medis butuh dukungan moril dari masyarakat luas. Saya berharap pada seluruh masyarakat agar betul-betul memahami tugas tenaga medis seperti memberikan mereka rasa aman dan nyaman, akhiri segala bentuk tindakan yang justru memojokkan apalagi memberi stigma negatif, cukuplah bagi tenaga medis merasakan betapa rumitnya tugas kemanusiaan di tengah wabah ini, biarkan menjadi tugas mulia mereka. Doakan para tenaga medis tetap sehat sehingga dapat mampu untuk terus merawat negeri ini. Pun kepada seluruh teman sejawat di seantero negeri ini, tetaplah semangat, mari kita tunaikan tugas mulia ini dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab. Salam hangat untuk teman sejawat semuanya.

Menjadi tanggung jawab bersama

Apapun alasannya, sebuah ‘bencana’ atau wabah epidemi seperti covid-19 akan dapat lebih mudah ditaklukan jika masyarakat bersinergi dengan pemerintah dan seluruh komponen bangsa. Diharapkan muncul ‘kesadaran dan perasaan bahwa ini adalah persoalan bersama sebagai sebuah bangsa, dan menggalang kekuatan bersama-sama juga untuk saling tolong menolong menanggulangi wabah ini. Solidaritas adalah perasaan saling percaya antara para anggota dalam suatu kelompok atau komunitas.

Kalau orang saling percaya maka mereka akan menjadi satu persahabatan, menjadi saling hormat-menghormati, menjadi terdorong untuk bertanggung jawab dan memperhatikan kepentingan sesamanya. Kita adalah satu Indonesia, jadi kondisi apapun pemerintah harus mampu menyakinkan masyarakat bahwa mereka adalah pihak yang paling penting dan utama dibela oleh pemerintah.

Tindakan yang mementingkan diri dan kelompok masing-masing dihilangkan dan sangat tidak diperlukan saat ini. Pemerintah harus mengutamakan keselamatan rakyat dibandingkan kepentingan lainnya, bahkan ekonomi sekalipun. Ini merupakan kekuatan moral yang harus ditumbuhkan kembali oleh pemerintah dan masyarakat.

Kita harus bersatu dalam semangat yang sama bersinergi menghadapi hantaman covid-19 ini. Dengan kekuatan dan semangat yang menyatukan perbedaan, maka Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara akan mempunyai kekuatan yang besar sehingga mampu bertahan dan menghadapi pandemi ini. 

Melihat fenomena dan fakta sudah sangat dibutuhkan kolaborasi atau kerja sama antara pemerintah pusat dengan daerah, serta semua komponen masyarakat agar tercipta sinergi untuk melawan wabah covid-19 bersama sama. Sinergi akan mampu tercapai, jika masyarakat percaya kepada pemerntah mampu menangani wabah ini. Pemerintah harus mengambil kebijakan dan langkah-langkah yang tepat dan pro rakyat akan melahirkan kerja sama dan dukungan yang besar dan meluas dalam penangan musibah covid-19. 

Semoga wabah ini segera berakhir dan Indonesia mampu keluar bersama-sama sebagai pemenang. Semua kebijakan dan langkah diambil dan dilaksanakan secara cerdas penuh pertimbangan keluhuran budi, sehingga upaya untuk menekan penyebaran wabah corona bisa terwujud lebih cepat dengan sedikit menelan korban jiwa. Semoga. []

Lalik, Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...