Cagub Denny Indrayana Galang 'Donasi Rp 5.000' Gugat Pilkada ke MK

Cagub Denny Indrayana Galang 'Donasi Rp 5.000' Gugat Pilkada ke MK
Calon Gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana. Foto/cnni

CAKRADUNIA.CO - Calon Gubernur Kalimantan Selatan dari Partai Demokrat, Denny Indrayana galang donasi gerakan Rp 5.000 guna mengongkosi gugatan sengketa Pilkda ke MK  atas hasil perolehan suara yang memenangkan lawannya.

Penggalangan tersebut diumumkan langsung oleh Denny melalui sebuah video yang diunggah di akun pribadi media sosial Twitter pada Jumat (18/12).

"Ini adalah penggalangan sukarela tidak ada paksaan dan ini bukan sekadar donasi, tapi lebih dari itu adalah pendidikan politik yang penting," ujar Denny dalam video tersebut seperti telah dibenarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jansen Sitindaon, Minggu (20/12).

Jansen pun menuturkan rencananya gugatan bakal diajukan pada tenggat terakhir yakni Selasa (22/12) atau sesuai aturan 3x24 jam setelah pengumuman.

Hasil Rapat Pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) diketahui memenangkan pasangan nomor urut 1, Sahbirin Noor-Muhidin pada Pilkada Kalimantan Selatan 2020.

Sahbirin-Muhidin unggul dengan memperoleh 851.822 suara atau 50,24 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Denny Indrayana-Difriadi Derajat mengantongi 843.695 suara atau 49,76 persen.

Dalam penjelasannya, Denny menyebut, gerakan donasi Rp 5.000, adalah bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa politik membutuhkan biaya, akan tetapi tetap saja harus dilakukan dengan model yang tepat, amanah, dan bertanggung jawab.

Denny mengatakan gerakan donasi Rp.5000 adalah gerakan sukarela yang akan digunakan untuk membiayai gugatan sengketa Pilkada ke MK.

"Selain memang ada keperluan konkret pendanaan untuk di Jakarta, di MK, selain untuk pendidikan politik, ini tentu bisa membangun kebersamaan kita," katanya

Denny mengaku sengaja tak menghimpun gerakan donasi tersebut saat kampanye meski telah disiapkan oleh tim pemenangan dirinya. Ia tak ingin, cara ini justru akan menimbulkan persepsi miring di tengah masyarakat.

Menurut dia, saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan hal itu. Selain sebagai pendidikan politik, Denny menilai pihaknya juga telah bekerja keras sepanjang waktu yang dibutuhkan untuk bertarung pada hari pemungutan dan penghitungan suara.

"Setelah kami turun ke lapangan, lebih dari waktu yang cukup, setahun lebih, setelah mendapat mandat lebih dari 800 ribu suara, di TPS-TPS, maka saya memandang inilah waktu yang tepat," tutup Denny.

(cnni)

Komentar

Loading...