Bupati Abdya Diminta Tidak Diam Atas Penyerobotan Lahan oleh Oknum Aparat

Bupati Abdya Diminta Tidak Diam Atas Penyerobotan Lahan oleh Oknum Aparat
Muhammad Ali Akbar (tengah) bersama pengurus PK IMM STIT Abdya siap mengadvokaksi kasus tanah milik Kelompok Kuala Pertiwi.Ist

CAKRADUNIA.CO, Blangpidie - Sekretaris Umum Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sekolah Tinggi UIlmu Tarbiyah  Aceh Barat Daya (PK IMM STIT), Muhammad Ali Akbar mengatakan sangat  menyayangkan sikap  bupati Abdya yang diam saja terhadap kasus penyerobotan lahan milik warga Kecamatan Kuala Batee yang diduga dilakukan oleh oknum aparat keamanan di Aceh Barat Daya.

Penyerobotan lahan tersebut, kata Ali Akbar, dilakukan pada tanggal 12 Maret 2020, padahal tanah itu merupakan perkebunan sawit milik Kelompok  Kuala Pertiwi

“Saya mengharapkan bupati tidak tinggal diam saja terhadap indikasi perampasan lahan yang dilakukan secara keji dan semena-mena oleh oknum apara keamanan terhadap masyarakat,”katanya dalam pers rilis yang dikirim ke cakradunia.co, Senin siang (11/5/20)

Muhammad Ali Akbar juga membenarkan ada aksi penculikan yang dilakukan oknum yang berinisial IS, pada tanggal 26 Maret 200 malam. IS menjemput korban di rumahnya lalu dibawa ke pantai.

Menurut pengakuan korban ke Ali Akbat dirumahnya, dia dibawa ke bibir pantai lalu diancam akan dibunuh dan ditanam hidup–hidup jika masih menggarap lahan tersebut. Tidak hanya itu, korban juga sempat dikejutkan dengan sebuah ledakan senjata sebagai ancaman serius terhadap dirinya.

Padahal, tanah yang digarap oleh korban merupakan tanah yang memiliki sertifikat dan sah secara kepemilikan menurut BPN Aceh Barat Daya yang telah turun langsung ke lokasi pada 25 Maret 2020 lalu

“Saya minta kepada bupati Aceh Barat Daya untuk membantu masyarakat dalam kasus ini dan tanah yang berada di Krueng Itam Gampong Lama Tuha milik warga yang masuk dalam wilayah Aceh Barat Daya. Jika bupati diam saja tidak membela rakyat atas kasus perampasan lahan ini, terus kepada siapa rakyat harus meminta bantuan,”tutupnya prihatin.[re] 

Komentar

Loading...