Budaya Menulis: Turats yang tak Terhingga Nilainya

Budaya Menulis: Turats yang tak Terhingga Nilainya
Ilustrasi

Oleh: Fajri Chairawati,MA

Menulis adalah salah satu aktivitas dari sekian banyak aktivitas yang dimiliki manusia. Dengan menulis seseorang dapat menuangkan ide, gagasan, dan pemikirannya dalam berbagai bentuk kalimat, sehingga pembacanya bisa larut dan menikmati makna yang terdalam yang terkandung dari tulisan yang dibacanya.

Menulis dengan baik, pastinya memiliki aturan-aturan yang telah ditentukan. Bagaimana menyusun kata demi kata, kalimat demi kalimat sehingga menjadi satu kesatuan paragraf yang menjelaskan maksud dan tujuan dari si penulis. Jika tulisan yang ditulisnya telah mempengaruhi orang yang membacanya dalam artian si pembaca sudah mampu menangkap isi pesan dari tulisannya, maka hal ini adalah salah satu indikator bahwa si penulis telah sukses dalam menulis.

Imam Syafi’i berpesan: “Ikatlah ilmu itu dengan tulisan”. Dari pesan ini dapat kita simpulkan bahwa ilmu bila tidak ditulis maka ia akan hilang, dan implikasinya yang lebih bahaya lagi adalah terhentinya transfer ilmu dari generasi awal ke generasi selanjutnya.

Bersyukurlah kita sebagai generasi muslim saat ini, tradisi menulis dari para pendahulu kita cukup bahkan bisa dikatakan sangat luar biasa, sehingga ilmu yang mereka tulis dari saat mereka ada sampai mereka tiada hingga saat ini masih bisa kita baca dan aplikasikan dalam kehidupan.

Dalam khazanah peradaban Islam,menulis telah menjadi trend tersendiri pada masanya. Penterjemahan besar-besaran terhadap pemikiran para filosof Yunani kuno dikemas dalam tulisan berbahasa Arab oleh para filosof muslim yang cinta ilmu pengetahuan. Tokoh-tokoh filsafat muslim seperti Ibn Sina dengan karyanya Al-Thib,Ibn Khaldun dengan Muqaddimahnya, tidak hanya memberikan kontribusi bagi dunia muslim semata, bahkan karya mereka sampai saat ini masih dibaca, digunakan sebagai referensi dan ditelaah di seluruh dunia.

Apresiasi yang tak terhingga tentunya kita sematkan kepada mereka yang telah berhasil membawa Islam mencapai puncak peradabannya pada saat itu melalui tradisi menulis yang mereka terapkan.

Agar mata rantai ilmu tidak terputus dan terhenti,maka dari sekarang kepada generasi muslim khususnya, mari jadikan menulis sebagai kebutuhan hidup yang orientasinya menjadi amal jariyah, yang kebermanfaatannya terus mengalir tiada henti dan mendapatkan ridha dari Allah SWT. Wallahu A’lam bishshawwab.

(Penulis Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry)

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...